alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Dampingi Penjual Hewan Kurban Ajak Patuh Protokol Kesehatan

30 Juli 2020, 14: 11: 46 WIB | editor : Wijayanto

EDUKASI: Sejumlah mahasiswa salah satu universitas swasta di Surabaya Timur menjelaskan kepada para penjual dan warga terkait protokol penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha di kawasan MERR.

EDUKASI: Sejumlah mahasiswa salah satu universitas swasta di Surabaya Timur menjelaskan kepada para penjual dan warga terkait protokol penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha di kawasan MERR. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - 15 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) salah satu universitas swasta di Surabaya Timur melakukan pendampingan kepada penjual hewan kurban yang berkaitan dengan protokol kesehatan, baik untuk hewan kurban, pedagang hewan kurban maupun selama penyembelihan kurban.

Salah satu mahasiswa, Nurus Syamsi mengatakan, saat ini pihaknya telah melihat aturan baru dalam penjualan maupun penyembelihan hewan kurban dengan penerapan protokol kesehatan. "Kami memberikan pehaman kepada pedagang untuk lebih menerapkan protokol kesehatan selama menjual hewan kurban, terutama saat melayani pembeli, harus jaga jarak," katanya.

Selain itu, nantinya saat penyembelihan akan melakukan pendampingan, termasuk mengimbau agar tetap menjaga protokol kesehatan. Limbah hasil kotoran hewan kurban juga harus dibuang atau di kubur, agar tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi sekitar. "Saat membagikan kurban juga kami beri imbauan agar para takmir masjid juga menyiapkan besek (keranjang bamboo kecil, Red) bukan plastik atau kresek," terangnya.

Nurus dan 15 kawannya juga melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan di tempat penjualan hewan kurban di kawasan MERR Gununganyar. Mereka tampak membagikan face shield juga masker kepada para pedagang dan pembeli. "Tujuan kita mengedukasi masyarakat, agar di tengah pandemi Covid-19 tetap jaga protap, meski pandemi, kurban juga harus tetap jalan," jelasnya.

Sementara itu salah satu pedagang, Hadi Mulyono mengatakan, dirinya juga menjamin kelayakan kesehatan hewan yang dijual. Hewan yang dijualnya juga syarat hukum Islam untuk disembelih, kesehatan juga terus dipantau. "Dengan adanya adik-adik mahasiswa ini kami juga terbantu untuk mensosialisasikan protokol kesehatan,"katanya.

Hadi mengaku pendapatannya menurun saat pandemi ini, sejak berjualan 21 Juli omzetnya turun 45 persen. "Kita bawa hewan kurban 60 ekor yang laku masih 40-50 ekor, ya corona (pandemi) ini sangat berpengaruh," pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP