alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Blusukan ke Perumahan Elite

Risma Minta Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Terpisah dari Keluarga

30 Juli 2020, 13: 16: 23 WIB | editor : Wijayanto

TURUN LANGSUNG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini blusukan bawa megaphone untuk mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

TURUN LANGSUNG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini blusukan bawa megaphone untuk mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Tren penyebaran kasus Covid-19 mulai meningkat ke perumahan-perumahan elite di Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun turun tangan meminta warga yang terkonfirmasi Covid-19 agar melakukan isolasi mandiri di tempat terpisah dengan anggota keluarganya.

Risma dan rombongan bahkan kini tak hanya blusukan ke pasar tradisional dan kampung-kampung. Risma juga menggencarkan sosialisasi di perumahan-perumahan kelas menengah ke atas. Sebab dia melihat banyak pasien yang sudah isolasi mandiri ternyata  masih menyebarkan virus ke anggota keluarganya.

“Sering kali pasien bilang sudah isolasi mandiri karena rumahnya besar. Kenyataannya, dari data yang saya baca, mereka yang tinggal di rumah besar, satu keluarga terkena semuanya,” katanya.

TURUN LANGSUNG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini blusukan bawa megaphone untuk mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

TURUN LANGSUNG: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini blusukan bawa megaphone untuk mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (ISTIMEWA)

Menurut Risma, tidak semua orang memiliki kondisi dan kekebalan tubuh yang sama. Itulah sebabnya, Risma meminta agar orang yang pertama positif Covid-19 langsung berpindah tempat untuk isolasi mandiri. Baik isolasi di Asrama Haji Sukolilo atau tempat karantina lain yang dirasa aman. “Makanya, sekarang saya berusaha merayu pasien pertama yang positif bisa isolasi mandiri,” katanya.

Risma mengingatkan, di dalam rumah terdapat anak-anak atau lansia yang rentan terhadap penularan Covid-19. Meskipun secara fisik sudah tidak ada kontak, jika tetap tinggal dalam satu rumah, risikonya masih sangat besar.

“Akhirnya, satu keluarga tertular semua. Permasalahannya, ada yang kuat (imun), ada yang bayi, ada yang masih anak-anak. Ini akan berputar terus dalam satu keluarga itu,” terangnya.

Menurut Risma, jika rantai penularan di dalam rumah tidak diputus, maka dikhawatirkan akan terus berputar antarkeluarga yang berada di rumah itu. Karena itu, ia meminta pasien agar melakukan isolasi mandiri di tempat terpisah dengan keluarga mereka.

“Misalnya, anaknya negatif, ibunya positif, tertular lagi, begitu seterusnya. Karena itu, saya mohon sekali lagi, pasien yang pertama positif untuk isolasi supaya keluarga lainnya tidak tertular,” imbuhnya.

Sementara itu, angka kesembuhan dari hari ke hari semakin meningkat. Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, hingga kemarin angka komulatif kesembuhan sebanyak 5.001 orang. Sementara pasien yang rawat jalan 1.371 orang. “Pasien rawat inap 1.174 orang dan isolasi di Asrama Haji 248 orang,” katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP