alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Istri Tukang Ngeyel, Rumah Tangga Pun Buyar

30 Juli 2020, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Ngeyel itu sudah sifat perempuan. Tapi, kaum Hawa ya harus ngerti, kapan ia harus ngeyel dan kapan manut. Kalau ngotot ngeyel pada suami dan mertua, ya siap-siap saja kena PHK alias putus hubungan kawin.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya 

Gegara tidak pernah pengertian sama suami dan mertua, Karin, 30, terpaksa harus bercerai dari Donwori, 31. Selain gak pernah pengertian, sebagai istri, Karin juga suka ngeyel kalau dituturi.

Donwori sudah mulai tidak betah dengan sikap istrinya itu sejak enam bulan terakhir. Kalau diomongi, Karin sangat susah. Sukanya hanya enak-enakan saja di rumah. Sak karepe dewe. Soal mengurus anak pun, Karin semaunya sendiri. Padahal sebagai ibu rumah tangga, Karin harusnya menjadi garda paling depan untuk urusan domestik, seperti merawat anak dan mengurus kebutuhan sehari-hari. 

Kata Donwori, Karin nyaris tidak pernah membantu pekerjaan rumah tangga. Semua dipasrahkan ke asisten rumah tangga. Karin hanya mau nyandak kerjaan jika ada perintah dari Donwori. “Ya gitu itu, maunya kalau saya suruh. Disuruh ibu saya pun, gak mau berangkat. Jelas itu membuat orang tua saya gregeten,” kata Donwori suatu siang yang terik di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, pekan lalu. 

Gara-gara mantunya yang ngeyelan, ibu Donwori, sebuat saja namanya Mira, pun jengkel gak karu-karuan. Padahal mereka (Karin dan Donwori) masih tinggal satu atap dengan mertua. “Ancen Karin wis gak duwe isin blas,” sambungnya.

Donwori bercerita, ketika itu hari Minggu. Semuanya ada di rumah. Eh, Karin malah pilih jalan-jalan ke mal. Sendirian pula. “Katanya mau beli bajunya anak-anak. Yo ibukku ngamuk, wong anak diadusi wae during,” curhat Donwori.

Karena seringkali terulang, Mira pun mengibarkan bendera merah. Ia minta Donwori untuk mengakhiri pernikahannya dengan Karin. Katanya, kelakuan Karin bisa berdampak buruk bagi anak dan cucu-cucunya-anaknya. Juga masa depan keluarga besarnya. “Padahal, waktu awal-awal nikah, Karin iku menantu favoritnya Ibuk. Jare, mantu sing paling rajin,” ungkap Donwori mengenang masa lalu yang indah. 

Setelah mempunyai anak, Karin seringkali terlihat malas-malasan hingga tidak pernah lagi mengurus urusan rumah tangga. Sekarang yang ada malah Donwori diminta cerai oleh orang tuanya sendiri. 

“Selama ini saya sudah sangat sabar menghadapi Karin. Orang tua saya mungkin sudah jengkel, sampai minta saya untuk menceraikan dia,” pungkas Donwori. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP