alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Kuliner Mie Ongklok, Obat Kangen Masakan Khas Jateng

29 Juli 2020, 23: 57: 37 WIB | editor : Wijayanto

MIE ONGKLOK: Chef Andry Ekaprasetya menunjukkan sajian Mie Ongklok kuliner khas Wonosobo yang terkenal sejak seratus tahun lebih yang lalu, di salah satu hotel di kawasan Surabaya Barat.

MIE ONGKLOK: Chef Andry Ekaprasetya menunjukkan sajian Mie Ongklok kuliner khas Wonosobo yang terkenal sejak seratus tahun lebih yang lalu, di salah satu hotel di kawasan Surabaya Barat. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sajian kuliner tradisional khas Jawa Tengah (Jateng) memang tidak ada habisnya jika dibahas lebih dalam lagi. Salah satunya Mie Ongklok Dieng khas Wonosobo. Bukan hanya digandrungi warga Jateng, tetapi juga warga Surabaya, Jawa Timur (Jatim). 

Makanan ini pun jika dibuat sendiri di rumah juga sangat mudah. Karena bahannya yang mudah didapat di pasar tradisional maupun modern. Hal itu pun dibenarkan oleh Banquet Head Chef Salah satu hotel berbintang Di Surabaya Barat Andry Ekaprasetya. Menurut Andry, biasanya hanya orang-orang asli Jateng saja yang akan tahu tentang sajian kuliner ini.

Menurutnya, kunci membuat sajian ini ada pada kuahnya yang merupakan campuran antara daging dan ebi atau udang goreng. “Kuah yang digunakan untuk membuat Mie Ongklok Dieng ini terbuat dari kaldu daging sapi lokal khas dalam dan sandung lamur. Direbus selama kurang lebih empat jam, kemudian daging disisihkan,” ujar Andre.

Selanjutnya, membuat udang goreng untuk kemudian ditumbuk hingga halus. Nanti, setelah rebusan selesai, udang goreng yang sudah ditumbuk, masukkan rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, dan ketumbar.

Chef Andry mengingatkan, untuk merebus di atas api kecil saja saat memasukkan bahan-bahan lain. Tak lupa juga untuk menambahkan gula jawa serta bawang merah dan bawang putih goreng.

“Setelah urusan perebusan selesai, kita mulai plating. Tidak perlu yang ribet, cukup masukkan mie kuning, daging yang sudah direbus, juga tauge. Kemudian disiram dengan air rebusan daging,” jelasnya.

Di daerah aslinya, Mie Ongklok Dieng dinikmati dengan sate daging dan tempe kemul. Hal itu pun dihadirkan Chef Andry.

“Jadi lebih nikmat kalau disantap dengan sate daging dan tempe kemul. Bagi yang kangen masakan khas Jateng, kuliner ini bisa dicoba,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP