alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pulihkan Pariwisata Jatim, Pemprov Incar Wisatawan Domestik

29 Juli 2020, 14: 53: 41 WIB | editor : Wijayanto

LENGANG: Kawah Gunung Ijen menjadi salah satu andalan wisata Jatim.

LENGANG: Kawah Gunung Ijen menjadi salah satu andalan wisata Jatim. (DOK/JPG)

Share this      

SURABAYA-Adaptasi kebiasaan baru memberikan harapan bagi industri pariwisata Jatim setelah terpuruk selama empat bulan karena pandemi Covid-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim akan lebih agresif mengincar wisatawan domestik untuk memulihkan sektor pariwisata. Terutama Kawah Gunung Ijen dan Bromo Tenger Semeru (BTS).

"Pekerjaan rumah (PR) kita adalah menarik sebanyak-banyaknya turis domestik, tapi dengan sejumlah persyaratan ketat. Karena jangan sampai ini menimbulkan persoalan baru," ungkap Khofifah.

Menurut dia, angka kunjungan wisata di Jatim turun drastis selama pandemi. Wisatawan mancanegara (wisman) turun dari 17.047 kunjungan pada Juni 2019 menjadi 0 kunjungan pada Juni 2020. Sementara wisatawan domestik hingga Juni 2020 menurun hingga 79 persen dibandingkan Juni 2019 lalu. Pada Juni 2019 lalu, jumlah wisawatan domestik mencapai 44,4 juta orang, sementara Juni 2020 melorot hingga 9,4 juta.

"Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak pandemi ini. Tidak cuma tempat wisatanya saja, tapi juga instrumen pendukung lain seperti hotel, tempat oleh-oleh, pelaku UMKM, transportasi wisata, dan sebagainya," paparnya.

Khofifah mengatakan, Jatim saat ini dalam masa transisi menuju adaptasi kebiasaan baru. Beberapa destinasi wisata sudah mulai beroperasi meski jumlah pengunjung dibatasi hanya berkisar 10-20 persen dari kapasitas maksimum. "Objek wisata yang kembali beroperasi diwajibkan menerapkan protokol kesehatan atau tata cara pencegahan virus Covid-19," tegasnya.

Menurut dia, Pemprov Jatim terus berupaya meyakinkan publik bahwa penanganan Covid-19 ini dilakukan dengan baik. Ia berharap kuartal ketiga 2020 pandemi ini bisa teratasi seluruhnya sehingga promosi wisata bisa kembali dilakukan dan angka kunjungan wisata bisa meningkat.

“Kami tidak mematok target angka kunjungan wisatawan. Yang terpenting saat ini adalah pemulihan ekonomi masyarakat dengan protokol kesehatan yang harus dijaga," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim, Sinarta mengatakan ada beberapa derah di Jatim yang menyatakan kesiapannya kembali membuka tempat wisata setelah tutup akibat pendemi Covid-19. Di antaranya, Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Pacitan, dan Blitar.

"Dari hasil koordinasi dengan kabupaten/kota, sampai hari ini sudah ada 111 daya tarik wisata yang sudah kembali buka. Kami berharap dengan dibukanya objek-objek wisata di Jatim, ekonomi masyarakat dapat bisa segera pulih,” katanya. (mus/rek)


 

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP