alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pemkot Siapkan Kedaulatan Pangan Antisipasi Kelangkaan

29 Juli 2020, 14: 49: 28 WIB | editor : Wijayanto

ALTERNATIF: Sebagai antisipasi kelangkaan pangan, Pemkot Surabaya gencar melakukan penanaman tanaman bangan di berbagai lokasi.

ALTERNATIF: Sebagai antisipasi kelangkaan pangan, Pemkot Surabaya gencar melakukan penanaman tanaman bangan di berbagai lokasi. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Situasi pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gerak cepat dalam menyiapkan kedaulatan pangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menanggulangi kebutuhan pangan sewaktu-waktu tidak mencukupi ataupun langka.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan progran kedaulatan pangan dengan menanam ketela pohon, ketela rambat, tales, pisang, sukun, jagung. Dan baru-baru ini pihaknya mencoba menanam sorgum.

Risma menyebut, dalam satu bulan kebutuhan beras warga di Surabaya itu sekitar 16,6 ribu ton. Jika ke depan kebutuhan beras ini tidak segera diantisipasi, ia khawatir hal ini dapat berdampak kurangnya bahan pangan di masyarakat. “Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Jadi karena itu kita siapkan (program kedaulatan pangan)," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya sudah melakukan penanaman di beberapa titik lokasi dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki Pemkot Surabaya. “Kita akan tanami juga di Balai Kota, nanti lahan-lahan ini akan kita tanami padi, tales. Selain itu, kita juga tanam di bekas tanah ganjaran (bekas tanah kas desa, Red). Kita sudah tanam pisang, sukun, padi, ketela rambat, talas,” terangnya.

Risma mengaku, telah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak yang memiliki lahan kosong atau tak terpakai. Nah, lahan-lahan itu kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi penanaman. “Jadi kita sudah tanam di lahan-lahan kosong itu. Kita juga pakai alat berat untuk nyemprotnya, ada mobil PMK, mobil tangki air. Ada di beberapa tepi sungai juga kita tanami,” ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Surabaya Hotel School (SHS) untuk membuat resep olahan makanan dari berbagai macam bahan pangan itu. Ini dilakukan agar orang tua maupun anak-anak di Surabaya mau mengonsumsi makanan selain beras.

“Kita sudah membuat resep, kita kerja sama dengan SHS membuat makanan dari macam-macam ini. Saya juga belajar ini bagaimana makanan beras ini bisa dicampur. Kami juga membuat resep mie dari talas, mie dari ketela pohon, mie dari ketela rambat. Sehingga nanti warga mungkin bisa memakan makanan yang selain beras, bisa yang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang mengungkapkan, sejak 28 Mei lalu pihaknya telah gencar melakukan penanaman berbagai bahan pangan. Hal tersebut sesuai dengan arahan Risma untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat urban farming.

Sedangkan untuk lokasi penanaman, mulai dari rusun, bantaran sungai hingga Bekas Tanah Kas Desa (BTKD). Setidaknya ada puluhan titik lokasi yang telah ditanami. Yakni bantaran Sungai Jambangan, Kebon Agung, Kecamatan Jambangan, BTKD Jambangan, persil 12 RW BTKD Kelurahan Kebraon, BTKD Menanggal Timur, Dukuh Menanggal, BTKD Kelurahan Jeruk, BTKD Kebraon dan BTKD Sumberejo.

Bahkan, Herlambang menyebut, penanaman bahan pangan itu juga dilakukan di Taman Hutan Raya (TAHURA) dan Kebun Raya Mangrove (KRM). Selain itu pula di Halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya juga ikut ditanami ratusan ketela rambat dan ribuan batang padi. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP