alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Jaga Protokol saat Salat Idul Adha, Warga Diimbau Tak Takbir Keliling

29 Juli 2020, 13: 58: 45 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengajak umat Islam menjaga protokol kesehatan saat menunaikan salat Idul Adha di masjid  atau lapangan terbuka, Jumat (31/7). Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10475/012.1/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Idul Adha 1441 H/2020 M pada Situasi Pandemi Covid-19.

SE tersebut memuat aturan untuk empat kegiatan meliputi kegiatan takbiran menyambut Idul Adha, penyelenggaraan Salat Idul Adha, penyembelihan hewan kurban, dan pendistribusian daging kurban. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 dan Fatwa MUI Nomor 36 Tahun 2020.

"Meski diperbolehkan menyelenggarakan salat Idul Adha, ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi. Sebab, Jatim belum sepenuhnya bebas Covid-19," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (28/7).

Dia mengingatkan, pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh pemerintah daerah atau satgas.

"Selain itu,  warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit  serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19 diimbau untuk tidak mengikuti salat Idul Adha di masjid atau lapangan," tuturnya.

Terkait kegiatan takbiran, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling. Takbiran dapat dilaksanakan di masjid, musala dan rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, penyembelihan hewan kurban harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mencegah penularan virus. Di antaranya, panitia menjaga jarak saat pelaksanaan penyembelihan, panitia wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan dan menjaga kebersihan saat dan setelah penyembelihan, serta menjaga kebersihan lingkungan dan alat kerja.

 "Hewan kurban juga harus dipastikan sehat terlebih dahulu dan telah sesuai dengan aturan yang berlaku agar memperoleh daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal," ujarnya.

Khofifah berharap Idul Adha tahun ini mampu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, keikhlasan, solidaritas, dan ketakwaan seluruh umat muslim di tengah bencana pandemi Covid-19. Menurut dia, Idul Adha tahun ini sangat spesial karena dilaksanakan di tengah musibah wabah virus Covid-19.

"Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan keikhlasan serta  mampu meningkatkan kualitas takwa kita dalam beriman," pungkasnya. (mus/rek)


(sb/mus/jay/JPR)

 TOP