alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Optimalisasi Sertifikasi Aset, PLN Teken Kerja Sama dengan BPN

28 Juli 2020, 22: 21: 39 WIB | editor : Wijayanto

SINERGI: Jajaran tim dari PLN dan kantor pertanahan berfoto bersama usai penandatanganan perjanjian kerja sama, Rabu (15/7).

SINERGI: Jajaran tim dari PLN dan kantor pertanahan berfoto bersama usai penandatanganan perjanjian kerja sama, Rabu (15/7). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Dalam rangka mempercepat proses sertifikasi aset, pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, dan penyelesaian permasalahan pertanahan, Rabu (15/7), PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) I, PLN UIP JBTB II, dan PLN Unit Induk Transmisi (UIT) JBTB melakukan penandatanganan perjanjian.

Sebanyak 39 kantor pertanahan kabupaten/kota se-Jawa Timur turut hadir dalam kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari dua penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebelumnya.

Yakni penandatanganan MoU antara Direktur Utama PLN dengan Menteri  Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada tanggal 12 November 2019 dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara General Manager Unit Induk PLN se-Indonesia dengan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi di seluruh Indonesia pada tanggal 27 November 2019.

SALING BERMANFAAT: Melalui kerja sama, General Manager PLN UIP JBTB I dan UIP JBTB II Djarot Hutabri (kanan) dan Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo Humaidi berharap dapat saling memberikan manfaat.

SALING BERMANFAAT: Melalui kerja sama, General Manager PLN UIP JBTB I dan UIP JBTB II Djarot Hutabri (kanan) dan Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo Humaidi berharap dapat saling memberikan manfaat. (ISTIMEWA)

General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud kesungguhan PLN dalam mengamankan, memelihara, dan mendayagunakan aset tanah dan properti yang dimiliki PLN untuk penyediaan tenaga listrik yang andal bagi seluruh pelanggan PLN.

Saat ini, dari jumlah aset di PLN Jawa Timur sebanyak 14.393, yang belum bersertifikat sebanyak 8.801 atau 61 persen. Sedangkan yang masih dalam proses sebanyak 1.240, dan rencana baru sebanyak 2.038.

“PLN masih memiliki permasalahan berkaitan dengan sertifikasi aset-aset PLN. Semoga dengan bantuan dari Kantor Pertanahan Jawa Timur bisa segera tersertifikasi agar hak kepemilikan bisa terbebas dari sengketa pihak lain,” ujarnya.

Selain itu, Nyoman berharap dengan penandatanganan tersebut, proses pengadaan dan sertifikasi lahan-lahan dapat membantu pembangunan infrastruktur di Jawa Timur.

“Saat ini PLN terus membangun transmisi untuk memperkuat jaringan di Jawa Timur. Kami juga melayani calon-calon pelanggan daya di atas 30 mega volt ampere (MVA) yang dilayani dengan layanan tegangan tinggi. Layanan itu mengharuskan PLN membangun transmisi di dekat pelanggan. Kami mohon dukungannya untuk memperlancar pembangunan ini,” tandas Nyoman.

Selain dihadiri Nyoman, kegiatan penandatanganan dihadiri juga oleh jajaran PLN lainnya. Di antaranya General Manager UIT JBTB Suroso, General Manager UIP JBTB I dan UIP JBTB II Djarot Hutabri, Senior Manager General Affairs UID Jatim A Rasyid Naja, Senior Manager SDM dan Umum UIT JBTB Dwi Sugeng P, serta Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi UIP JBTB II Ratih Kusuma Dewi.

Sedang dari jajaran kantor pertanahan, turut hadir Plt. Kakanwil BPN Provinsi Jatim Virgo Eresta Jaya, Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I Muslim Faizi, Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya II Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo Humaidi, dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan R. Agus Mahendra.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kakanwil BPN Provinsi Jatim Virgo Eresta Jaya menyambut positif kegiatan tersebut. Pihaknya membuka akses terhadap legalisasi setinggi-tingginya.

“BPN berharap empat tahun ke depan, Indonesia sudah terinklusi dengan sertifikat hak atas tanah. Penandatanganan kerja sama ini sejalan dengan misi BPN. Yakni melakukan sertifikasi tanah di Indonesia termasuk PLN. Sebanyak 14.000 tanah PLN sudah selesai sertifkasi, sisa 26 persen tanah lagi,” jelas Virgo.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tahun ini persyaratan sudah diminimalisasi untuk sertifikasi tanah. Karena BPN juga ingin mempermudah dalam memberi pelayanan seperti PLN. “Untuk disertifikas, kami mengutamakan tanah yang sudah dikuasai. Semoga ke depan kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi PLN dan BPN secara keseluruhan,” tutupnya. (*)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP