alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Stok Hewan Kurban di Jatim Penuhi Kriteria ASUH

25 Juli 2020, 14: 50: 35 WIB | editor : Wijayanto

DIPASTIKAN AMAN DAN BERSERTIFIKAT: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau peternakan di Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Lamongan.

DIPASTIKAN AMAN DAN BERSERTIFIKAT: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau peternakan di Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Lamongan. (ISTIMEWA/HUMAS PEMPROV JATIM)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  memastikan bahwa pandemi Covid-19 tidak berpengaruh signifikan pada penjualan hewan kurban. Hewan kurban para peternak tetap laris dengan tetap menjaga keamanan dan kesehatan hewan kurban.

Hal itu dibuktikan Khofifah saat mendatangi peternakan sapi di Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Lamongan, Rabu (23/7). Menurut Khofifah, kunjungan ini menjadi bagian penting untuk memastikan ketersediaan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Selain stok dalam kondisi aman dan cukup, hewan kurban di Jatim dipastikan memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

"Utuh itu artinya bahwa dari sumber pakannya ini terkonfirmasi dengan nutrisi yang baik. Sebab kita sudah hampir empat bulan ini dalam posisi pandemi Covid-19,” katanya.

Khofifah juga mengaku lega, karena di saat pandemi Covid-19, penjualan sapi di peternakan tersebut menggunakan sistem cashless alias non tunai, serta diperdagangkan secara online. Sistem ini bahkan tetap membuat penjualan sapi kurban tetap laris dibeli.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menegaskan, setelah stok hewan kurban dipastikan aman dan ASUH, maka langkah berikutnya adalah memastikan bahwa semua hewan yang akan disembelih telah tersertifikasi dengan surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan. "Jika sudah dinyatakan hewannya sehat, maka yang berikutnya adalah cara penyembelihannya dan proses distribusinya agar mengikuti protokol kesehatan," tegasnya.

Sebab menurutnya, seluruh warga Jatim tidak bisa menganggap enteng masalah Covid-19. Misalnya saja Lamongan. Kini Kabupaten Lamongan memang sudah tidak termasuk zona merah Covid-19. "Tapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Baik nanti saat penyembelihan di masjid, musala, atau di komunitas-komunitas yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik," katanya.

Mantan Menteri Sosial RI ini mengatakan, pentingnya menjaga protokol kesehatan, terutama saat penyembelihan hewan kurban ini karena biasanya banyak anak-anak yang menyaksikan proses penyembelihan. Kemudian, saat proses distribusi daging kurban juga harus dipastikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar semua berjalan aman, secure, dan sehat, saat Idul Adha 1441 H mendatang.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Wemmi Niamawati memastikan Covid-19 tidak menular ke hewan ternak. Meski demikian baik pedagang maupun penyembelih harus memperhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, apron dan sarung tangan.

"Yang menular adalah penyakit antraks. Meski demikian memang ada perbedaan antara tahun ini dengan sebelumnya. Ini karena ada pendemi Covid-19, jadi yang disertai surat kesehatan bukan hanya hewan kurbannya saja, namun harus pedagang maupun penyembelihnya juga harus memiliki surat keterangan sehat. Cukup dari Puskesmas tidak perlu rapid test. Tapi kalau mau rapid test malah lebih bagus," ujarnya.

Wemmi menuturkan, sebelum dilakukan pemotongan hewan pihaknya selalu melakukan pemeriksaan hewan atau antemortem. Menurutnya, umur kambing yang pas untuk disembelih adalah umur satu tahun sedangkan sapi umur dua tahun. "Yang membedakan lagi tahun ini adalah para penjual hewan kurban harus menerapkan physical distancing. Selain itu harus memiliki izin dari pemkot atau pemkab setempat kalau kesulitan cukup dari kecamatan. Dan terakhir ada izin sanitasi," pungkasnnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP