alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Apes, Dinikahi Anak Orang Kaya tapi Pemalas

25 Juli 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Cinta bukan satu-satunya modal membangun rumah tangga. Harus ada modal lain. Pekerjaan yang mapan, misalnya.

GINANJAR ELYAS SAPUTRA-Wartawan Radar Surabaya

MENGANGGUR terlalu lama, pasangan suami istri yang pernikahannya baru beberapa bulan itu harus merelakan rumah tangganya hancur berkeping-keping. Pernikahan Donwori, 27, dan Karin, 25, harus berakhir di meja hijau Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Hubungan keduanya terpaksa harus diakhiri karena Donwori tak pernah serius mencari pekerjaan yang mapan. Benar-benar pria pemalas. Setiap hari, yang dilakukannya hanya tidur, ngopi di warkop, dan ngumeki handphone. Berulang terus menerus seperti itu, setiap hari.

Selama ini Donwori hanya bergantung pada orang tuanya. Maklum, dia anak orang kaya walaupun orang tuanya bukan termasuk sultan. Kedua orangnya tuanya pengusaha, kaya raya, yang hartanya tak akan habis walaupun dimakan tujuh turunan. Tapi, bagi pria yang waras, bukan berarti tak bertanggung jawab menafkahi istri. “Iya kalau gitu terus, saya gak enak sama mertua, juga orang tua saya. Malu lah minta uang terus ke mertua,” curhat Karin ditemui di PA Klas IA Surabaya, Rabu (22/7).

Setiap Karin butuh uang belanja, Donwori selalu beralasan belum dikasih orang tuanya. Itu membuat Karin tidak enak dengan mertuanya, dikira tidak pernah menyuruh suaminya itu berusaha mencari pekerjaan. “Padahal setiap hari, sudah saya obraki agar mau cari kerja. Tapi, dianya aja yang malas,” ungkapnya.

Karena itu, Karin pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan pernikahannya dengan Donwori. Namun saat diminta cerai, Donwori dan mertuanya keberatan. Di sisi lain, kedua orang tua Karin yang sudah tahu permasalahan itu sejak awal, tetap meminta agar mereka bercerai. “Iya orang tuaku merasa anaknya ditelantarkan, karena dia (Donwori, Red) tidak ada usaha cari kerjaan. Alasannya itu,” imbuhnya.

Karin sendiri juga malu dengan keluarganya. Setiap ditanya,  suaminya kerja di mana, ia mesti berbohong untuk menjaga nama baik keluarga sang suami. “Ya udah, mungkin sudah jalannya seperti ini. Dia memang juga gak tanggung jawab. Malah santai. Harta orang tuanya tetap yang jadi andalannya,” pungkasnya. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP