alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Pura-pura Gila, Pelaku Mengaku Fans Via Vallen dari Cikarang Jabar

01 Juli 2020, 09: 58: 49 WIB | editor : Wijayanto

VIANISTY: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji (paling ujung) mewawancarai terduga pelaku Pije yang membakar mobil Via Vallen di rumahnya.

VIANISTY: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji (paling ujung) mewawancarai terduga pelaku Pije yang membakar mobil Via Vallen di rumahnya. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengunjungi TKP pembakaran mobil Via Vallen di Desa Kalitengah RT2/RW3, Tanggulangin, Selasa (30/6) sekitar pukul 15.00. Sumardji mengatakan, pihaknya masih belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Penyebabnya dia tidak mau berbicara saat dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.

"Masih pura-pura gila lah, ditanya selalu bilang tidak tahu, tidak tahu, makanya kami masih menunggu agar terduga tenang dulu," paparnya.

Pihaknya membutuhkan waktu agar terduga pelaku dapat tenang lebih dulu untuk dimintai keterangan. Setelah itu, pihaknya baru akan melakukan pemeriksaan kembali. Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diterimanya, Sumardji mengakui jika memang terduga pelaku sering mondar mandir di sekitar lokasi kejadian.

Di sisi lain, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji langsung melakukan dialog dengan terduga pelaku, Pije, 41, di Mapolsek Tanggulangin. Dalam dialog itu, terduga pelaku menjawab pertanyaan yang diajukan Sumardji hingga membuat Sumadji tertawa lepas.

Hal itu terjadi lantaran jawaban Pije nampak lucu bahkan tidak masuk akal. Saat ditanya nama ibu dan ayahnya, Pije mengaku tidak ingat. Saat ditanya lagi, pelaku mengaku orang tuanya sudah meningal dunia. "Makanya jawabnya tidak bisa dibuat acuan," kata Sumardji.

Pelaku mengaku jika dirinya berangkat dari Cikarang Jawa Barat ke Sidoarjo Jawa Timur dengan cara nggandol truk secara estafet hingga sampai di Tanggulangin. Selama tujuh hari, terduga pelaku mengaku menginap di sejumlah warung di dekat rumah Via.

Pesan ancanaman yang ditulis di tembok rumah Via merupakan bentuk keinginannya untuk bertemu dengan pedangdut berusia 28 tahun itu. "Ya biasalah kalau ngefans memang begitu," kata Sumardji.

Namun di sisi lain, sepupu Via, Selly Kuindra menjelaskan jika Via saat ini tidak mengalami syok. Pihaknya juga memastikan jika terduga pelaku bukan bagian dari Vianisty. "Kalau Vianisty tidak mungkin seperti itu," paparnya.

Uniknya pelaku juga membawa boneka yang didesain menyerupai jenglot. Ada pula bambu yang dijadikan sebagai sarana penjagaan dirinya karena takut dibegal. Namun Sumardji mengatakan jika dirinya meminta agar terduga pelaku untuk dites cepat (rapid test) terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatannya. (far)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP