alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

KB Pil dan Suntik Lebih Aman untuk Alat Kontrasepsi

Sebelum Pakai Dirapid Test Dulu

30 Juni 2020, 07: 32: 31 WIB | editor : Wijayanto

CARI YANG PAS: Akseptor berkonsultasi penggunaan alat kontrasepsi di Puskesmas Buduran.

CARI YANG PAS: Akseptor berkonsultasi penggunaan alat kontrasepsi di Puskesmas Buduran. (RIZKY PUTRI PRATIMI/ RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di masa pandemi Covid-19, masyarakat Sidoarjo dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang lebih aman. Seperti pil atau suntik. Sementara tidak memasang kontrasepsi implan, IUD, MOW atau MOP. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo Ainun Amalia mengatakan, pil atau suntik lebih aman dilakukan. Jika tetap ingin menggunakan alat kontrasepsi yang lain, maka akseptor harus melalui rapid test terlebih dahulu. "Dipastikan yang bersangkutan bebas Covid-19. Sebelum pasang sebaiknya ikut rapid test yang diadakan oleh pemkab," katanya. 

Pihaknya berharap angka pertumbuhan penduduk tidak semakin tinggi. Untuk merencanakan keluarga dari dini. Apapun yang terjadi KB tetap berjalan. Dengan KB kita bisa mengatur, menata keluarga benar-benar sehat. 

Alternatif lain, Ainun menganjurkan bagi pasangan usia subur untuk menunda dulu kehamilan. Sebab penularan virus corona bisa menyerang ibu hamil dan bayi yang dilahirkannya.

Ditambahkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan  Sidoarjo Abdillah Segaf Al Hadad bahwa sudah ada sembilan ibu hamil, tujuh ibu pasca bersalin  dan dua bayi terpapar Covid-19. 

Sebelum melahirkan para bumil dilakukan screening awal H-7 hari perkiraan lahir. Di rapid test. Jika hasilnya non reaktif dilakukan AnteNatal Care (ANC) terpadu atau pemeriksaan kehamilan melalui puskesmas. Dan jika reaktif, diusulkan untuk swab. Dari hasil swab kalau positif harus dirujuk ke RS. Kalau non reaktif dilihat, kalau tanpa gejala bisa bersalin di faskes tingkat satu. 

Bagi bayi yang dilahirkan dari ibu positif covid, akan dilakukan uji rapid dihari ketiga setelah kelahiran. Menjaga bayi tetap sehat, sebaiknya tidak menyusu secara langsung. "Pakai botol, ASI-nya diperah," jabarnya. (rpp/vga) 

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP