alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya
PT Bank Mandiri Regional VIII/Jawa 3

Dukung UMKM, Kenalkan Aplikasi Digital Mandiri Pintar

29 Juni 2020, 21: 05: 26 WIB | editor : Wijayanto

INOVASI: Dari kanan; Area Head Surabaya Niaga, Mikro Banking Head Region VIII, Luhut Siahaan, Regional CEO VIII/Jawa 3 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, dan Deputi Kredit dan Bisnis, Ahmad Bambang Bintoro, menyaksikan keunggulan aplikasi Mandiri Pintar.

INOVASI: Dari kanan; Area Head Surabaya Niaga, Mikro Banking Head Region VIII, Luhut Siahaan, Regional CEO VIII/Jawa 3 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, dan Deputi Kredit dan Bisnis, Ahmad Bambang Bintoro, menyaksikan keunggulan aplikasi Mandiri Pintar. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – PT Bank Mandiri (Persero) Regional VIII/Jawa 3 terus memberikan dukungan kepada pemerintah dalam mendorong perekonomian di Indonesia agar tetap menggeliat. Salah satunya dengan menghadirkan aplikasi digital kredit mikro bernama Mandiri Pintar. Menariknya, lewat aplikasi ini para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mengajukan proses kredit mikro hanya dalam 15 menit dari rumah. 

Regional CEO VIII/Jawa 3 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa mengatakan, Mandiri Pintar merupakan inovasi Bank Mandiri dalam mendigitalisasi pengajuan kredit mikro produktif agar mampu menggairahkan bisnis segmen UMKM. Dengan tagline Pinjaman Tanpa Ribet, Mandiri Pintar hadir memberi solusi kepada nasabah dengan berbagai kemudahan. Salah satunya dengan proses cepat sehingga nasabah tidak perlu direpotkan lagi dengan permintaan data dan dokumen. 

“Melalui aplikasi ini, tenaga pemasar mikro dapat langsung memproses pengajuan kredit melalui smartphone kepada nasabah dalam waktu 15 menit setelah tenaga pemasar mengajukan data debitur,” kata dia. 

DEKAT NASABAH: Regional CEO VIII/Jawa 3 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, berdialog dengan nasabah kredit mikro seputar tantangan bisnis mikro di era pandemi.

DEKAT NASABAH: Regional CEO VIII/Jawa 3 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, berdialog dengan nasabah kredit mikro seputar tantangan bisnis mikro di era pandemi. (ISTIMEWA)

Dikatakan, aplikasi itu juga melayani pengajuan kredit mikro produktif baru maupun top up kredit mikro produktif eksisting. Untuk mendukung program pemerintah dalam menanggulangi Covid-19, nasabah tidak perlu mendatangi kantor cabang Bank Mandiri untuk pengajuan kredit mikro. 

“Di dalam aplikasi terdapat 6.700 tenaga pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka setiap saat memproses kredit langsung dari lokasi nasabah berada,” imbuhnya. Layanan mikro digital platform ini menjadi salah satu inisiatif Bank Mandiri dalam upaya pemerintah dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya melalui penyaluran kredit mikro produktif. 

“Kami terus melakukan inovasi untuk mendorong program-program pemerintah salah satunya melalui terobosan dan percepatan dalam berbagai produk layanan perbankan,” pungkasnya. 

Berdasarkan data secara nasional, sejak tahun 2008 Bank Mandiri telah menyalurkan KUR kepada sekitar 1,65 juta debitur dengan jumlah kredit mencapai Rp97,65 triliun. Selain KUR (Kredit Usaha Rakyat), selama tahun 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan KUM (Kredit Usaha Mikro) kepada 301.453 debitur dengan nilai Rp13,2 triliun. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP