alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jadi Tulang Punggung Ekonomi Jatim, UMKM Butuh Stimulus

27 Juni 2020, 23: 54: 17 WIB | editor : Wijayanto

KEMBALI BANGKIT: Untuk menggenjot kembali kinerjanya akibat dampak pandemi Covid-19, UMKM butuh stimulus, khususnya bantuan permodalan.

KEMBALI BANGKIT: Untuk menggenjot kembali kinerjanya akibat dampak pandemi Covid-19, UMKM butuh stimulus, khususnya bantuan permodalan. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURYANTO/RADAR SURABAYA

KEMBALI BANGKIT: Untuk menggenjot kembali kinerjanya akibat dampak pandemi Covid-19, UMKM butuh stimulus, khususnya bantuan permodalan.

Jadi Tulang Punggung, UMKM Butuh Stimulus

SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim) meminta pemerintah memberikan sejumlah stimulus bagi pengusaha yang mulai menggenjot kembali kinerjanya. Utamanya bagi usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mengingat sektor usaha tersebut merupakan tulang punggung perekonomian Jatim.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Promosi Dalam Negeri Kadin Jatim Moch. Ardi menegaskan, perlu adanya upaya agar seluruh UMKM bisa tumbuh kembali. "Kami sendiri sudah berupaya memberikan pembekalan bagi wirausaha baru melalui pelatihan, promosi produk, dan penyiapan digital," terangnya, kemarin.

Ardi menguraikan, stimulus yang dibutuhkan industri kecil sekarang adalah fasilitas permodalan, peralatan dan bahan baku, serta peningkatan standarisasi produk. Kemudian UMKM juga butuh insentif untuk peningkatan promosi, SDM dan manajerial usaha, serta pengembangan networking.

"Di sisi lain, kami juga telah membantu akses permodalan bagi entrepreneur baru dengan menggandeng perbankan, meningkatkan kapasitas SDM lewat Kadin Institute, dan melakukan pendampingan industri dalam era new normal," imbuhnya.

Sementara, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan, industri-industri di Jatim saat ini sudah siap melaksanakan protokol kesehatan di lingkungannya sesuai peraturan yang ada.

"Persiapan industri di Jatim saya pastikan sudah melaksanakan protokol mulai dari karyawan masuk sampai kepulangan. Bahkan ada beberapa perusahaan telah menyiapkan angkutan untuk pekerjanya," paparnya.

Adik juga menegaskan, dalam upaya menggerakkan kembali roda perekonomian Jatim di era new normal, pengusaha sangat butuh stimulus. Terutama bagi sektor UMKM yang modalnya minim. "Harapan kami ada stimulus tentang permodalan yang nantinya bisa membawa mereka berjalan kembali," ucap Adik.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan meminta kepada para pengusaha Jatim untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar domestik dan kecenderungan pasar dunia di era normal baru.

Staf Ahli Mendag Bidang Pengembangan Pasar Sutriono Edi menuturkan, memang pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor. Secara global, ekonomi juga diprediksi turun hingga 6 persen pada tahun ini.

"Tantangan ke depan cukup berat baik di pasar global maupun nasional, belum lagi ditambah adanya proteksi dari negara masing-masing sehingga mereka mengurangi aktivitas perdagangan dengan negara lain," katanya.

Menurutnya, sinergi dan kekuatan pemerintah pusat sampai daerah sangat dibutuhkan di masa sulit ini. “Kami rasa pengusaha yang tergabung dalam Kadin Jatim perlu mengidentifikasi kebutuhan domestik dan pasar luar negeri agar usaha yang dikembangkan saat pandemi ini tepat sasaran,” ungkap Sutriono.

Pihaknya berpendapat, Jatim punya bisnis pertanian yang unggul. Kemudian industri mamin juga banyak. Sehingga Jatim sangat potensial untuk meningkatkan kinerja ekspor karena negara lain banyak yang belum bisa menenuhi stok produk tersebut. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP