alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik
Kisah Pilu Keluarga Pejuang Covid-19

Ayahnya Meninggal, Anak-Anak Kesulitan Bayar Sekolah

27 Juni 2020, 22: 06: 38 WIB | editor : Wijayanto

KONSULTASI: keluarga almarhum yang konsultasi ke pihak TRC-PPA Gresik.

KONSULTASI: keluarga almarhum yang konsultasi ke pihak TRC-PPA Gresik. (ISTIMEWA)

Share this      

Kondisi memperihatinkan yang dialami keluarga almarhum dr Hilmi Wahyudi  mendapat perhatian dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan Anak (TRC-PPA). Pasalnya, akibat kesulitan ekonomi, anak-anak pejuang medis yang gugur berperang melawan covid-19 ini tidak mampu membayar biasa sekolah.

Fajar Yulianto-Wartawan Radar Gresik

KEMARIN, Tim Reaksi CPPA telah menemui istri almarhum Dewi Anggrani. Tim akan akan berusaha membantu mendesak pemerintah agar bisa memberikan keringan biaya sekolah kepada anak-anak almarhum. 

"Kami perihatin sekali dengan apa yang menimpah keluarga almarhum. Untuk itu kami akan berusaha untuk mendampingi psikologi anaknya,"kata Umi.

Menurut dia, pemerintah harus benar-benar memperhatikan kondisi keluarga dari para pejuang medis yang sekarang berada di garda terdepan. Kalau kejadian seperti ini terus terulang, bisa menjadi preseden buruk bagi pemerintah. “Salah satunya keluarga dr Hilmi ini. Empat anaknya menunggak biaya SPP karena kesulitan ekonomi,” terangnya.

Dikatakan, selain berusaha mendesak pemerintah agar turun tangan, pihaknya juga akan berusaha membantu mencarikan bantuan dari jejarang yang dimiliki tim reaksi CPPA. Pihaknya berharap masalah yang menimpa keluarga dr Hilmi tidak dialami keluarga pejuang medis lainnya. “Ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah khususnya Tim Satgas. Agar kejadian sama tidak terulang,” pungkas dia.

Sekedar diketahui, kisah pilu keluarga pejuang covid-19 dr Hilmi sempat ramai diperbincangkan. Pasalnya, anak-anak dari almarhum mengalami kesulitan untuk membayar SPP. Bahkan sempat menunggak hingga beberapa bulan dan tidak bisa mengambil ijazah. 

Istri almarhum, Dewi Anggrahani  membenarkan hal tersebut. Saat ini dirinya memang sedang mengalami kesulitan. Apalagi, sampai saat ini insentif untuk dokter belum juga keluar. “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang mau membantu. Dan saya berharap bisa membuka hati pemimpin Gresik,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya berharap apa yang terjadi pada dirinya bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman yang lain. “Pada intinya saya hanya minta keadilan. Sebagai keluarga dari pejuang covid-19,” imbuhnya. (*/rof)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP