alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Hasil Rapid Test Masal Kembali Temukan ASN Dinkes Reaktif

Pasien Positif Tambah 18 Orang, 2 Meninggal

27 Juni 2020, 06: 07: 18 WIB | editor : Wijayanto

CEGAH PENULARAN: Pemkab Gresik bergerak cepat dengan melakukan rapid test masal ke seluruh ASN yang bertugas di Dinkes Gresik.

CEGAH PENULARAN: Pemkab Gresik bergerak cepat dengan melakukan rapid test masal ke seluruh ASN yang bertugas di Dinkes Gresik. (M FIRMAN/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK– Dinas Kesehatan (Dinkes) kembali menemukan salah satu ASN-nya reaktif covid-19. Hal ini diketahui setelah seluruh ASN dilakukan rapid tes. Rapid tes masal sendiri dilakukan setelah salah satu ASN Dinkes meninggal beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, adaa 70 ASN Dinkes melakukan rapid tes masal pada Jumat (26/06) kemarin. Dari jumlah itu hanya ada satu staff yang dinyatakan reaktif.  "Staff yang reaktif langsung kami minta karantina mandiri di rumah," kata Ghozali.

Rencananya, staff yang masih satu ruangan dengan mendiang Bambang Sugiantoro itu dijadwalkan akan melakukan swab tes pada Sabtu (27/06) di RSUD Ibnu Sina Gresik. Setelah hasil swab barulah Dinkes Gresik akan menentukan langkah selanjutnya. "Kita semua berharap agar hasilnya negatif," imbuhnya.

Dikatakan, untuk mencegah penularan Virus Covid 19, Ghozali telah mengeluarkan kebijakan untuk work from home (WFH) selama 14 hari bagi staff Dinkes.

Upaya WFH juga diharapkan bisa menciptakan ketenangan di lingkungan Dinkes Gresik setelah satu staff di sana meninggal dunia karena covid-19. 

"Banyak yang masih shock dan takut. Namun bagaimanpun ini merupakan tugas dan pengabdian," tandasnya. 

Sebelumnya, salah satu staff Dinas Kesehatan Gresik meninggal akibat Covid-19. Staff bernama Bambang Sugiantoro, 38, itu meninggal setelah dua hari menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sementara itu, pihaknya juga menyampaikan pasien positif covid-19 kembali mengalami penamabahan. Yakni 18 orang. Dari jumlah tersebut dua di antaranya meninggal dunia. 

Pasien positif baru tersebut berasal dari sejumlah kecamatan. Yakni, tiga orang dari Kecamatan Menganti, satu orang dari Kecamatan Benjeng, dua orang dari Kecamatan Cerme.

Kemudian satu orang dari Kecamatan Kebomas. Kemudian, dua orang dari Kecamatan Gresik, empat orang dari Kecamatan Sidayu dan satu orang dari Kecamatan Wringinanom.

Selanjutnya, dua orang dari Kecamatan Manyar, satu orang dari Bungah dan satu orang dari panceng. Sedangkan pasien yang meninggal berasal dari Desa Srowo, Kecamatan Sidayu dan Desa Randuagung Kecamatan Kebomas.

“Kami juga menyampaikan ada pengurangan jumlah positif  dari Kecamatan Kebomas, karena pindah domisili ke Sidoarjo,” ungkapnya. (fir/rof)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP