alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Istri Matre, Buta Cinta Cuma Gara-Gara Warisan

25 Juni 2020, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Gara-gara minta warisan, Donwori menceraikan Karin. Ia sudah tak tahan dengan istrinya yang mata duitan itu. Saking matreknya, mertua masih seger buger, Karin sudah minta bagian warisan. Karin tak tahu malu kalau dia tidak ada hubungan sama sekali dengan mertuanya itu.
 
Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya
 
Wanita 36 tahun itu ternyata sudah keterlaluan. Tidak ada rasa syukurnya punya suami kaya raya. Masih saja ingin memiliki harta mertuanya. Donwori akhirnya tak ambil pusing. Dia memilih say goodbye dengan istrinya itu.

Semua berawal dari desas-desus akan dibaginya harta warisan sebidang tanah milik mertuanya. Mendengar hal itu, Karin langsung gercep. Ia punyai ide, nantinya tanah itu akan digunakan untuk bisnis rumah kontrakan. Ide itu pun disetujui oleh suaminya. Karena bisnis tersebut cukup menjanjikan bagi keluarga kecilnya di masa depan.

Tapi, meskipun setuju, Donwori tak meminta begitu saja harta tersebut. Karena masih menunggu keputusan kedua orang tuanya. Karena Karin yang gak sabaran dan segera ingin menikmati hasilnya, Donwori merasa risih.

Pria 38 tahun itu, tiap hari diteror dengan ucapan Karin yang terus menanyakan, kapan harta warisan itu segera diberikan. “Karena tak kunjung diberi, Karin sempat mengancam minta cerai. Aneh to. Aku lho sing darah daginge santai wae. Wong bapak-ibuk yo sik sehat, meger-meger,” keluh Donwori ditemui di Pengadilan  Agama (PA) Klas IA Surabaya, belum lama ini.

Karin beralasan milik warisan karena butuh biaya banyak untuk menghidupi anaknya. Alasan itu makin bikin jengkel Donwori. “Semua kebutuhan rumah, sudah saya penuhi. Berlebih malahan. Bisa buat nabung sama dolen,” sambungnya.

Tapi, dasar Karin. Ia sudah moto peteng.  Ngeyel maunya segera dapat warisan dari orang tua Donwori. Bahkan, Karin mulai melancarkan serangan. Minta cerai kalau tidak segera dapat warisan.

Karena diancam, Donwori pun membicarakan hal itu dengan kedua orang tuanya. Saat membicarakan soal warisan, orang tuanya pun tak ingin buru-buru memberikan karena masih akan dirundingkan lebih lanjut dengan kakak dan adik Donwori.

Sepulang dari rumah orang tuanya, Donwori tentu saja tak membawa kabar baik soal warisan itu. Ia dihujat habis-habisan oleh Karin hanya karena tak diberi kejelasan soal harta warisan orang tua tersebut. “Gara-gara itu (warisan, Red) awalnya. Saya pun coba sabar berkali-kali, tapi nggak bisa saya tahan,” kata Donwori.

Keesokan harinya Donwori pun pergi lagi ke rumah orang tuanya. Menceritakan yang terjadi dalam rumah tangganya. Kalau Karin memaksa segera mendapat harta yang rencananya akan dibagikan itu. “Orang tua saya marah. Akhirnya diminta untuk menggugat cerai,” tuturnya.

Menurut Donwori, Karin selama ini selalu boros dalam berumah tangga. Bahkan sering membeli barang-barang kurang penting. Juga bolak-balik minta gonta-ganti kendaraan karena iri dengan tetangga sebelah.

“Ibu dan ayah saya marah, minta dia diceraikan. Saya sempat gak mau, tapi orang tua khawatir dengan Karin akan mempengaruhi didikan terhadap anak saya,” pungkas Donwori. Ia pun berpikir keras hampir sebulan. Akhirnya, Donwori membuat keputusan. Ia memilih menceraikan Karin daripada harus diributi soal warisan. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP