alexametrics
Minggu, 12 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Dua Tahun Tak Dijamah, Gak Tahunya Doyan dengan Sesama Jenis

25 Juni 2020, 02: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Di zaman serba digital ternyata masih ada saja orang tua yang hobi jodoh-jodohin anaknya. Padahal belum tentu juga bahagia ketika anaknya menikah dengan yang bukan pilihannya.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Sebagai anak pertama, di umur 27 tahun, Karin tentunya sudah matang pemikirannya. Perempuan di umur mendekati kepala 3, juga sudah pasti siap menikah. Namun ketika Karin memilih pria idamannya sendiri, malah ditolak orang tuanya. Mau tidak mau Karin harus terima nasib dijodohkan. Dengan pria yang jadi pilihan orang tuanya.

Karena tak mau mengecewakan orang tuanya, Karin pun mengiyakan perjodohan itu. Meskipun dalam benaknya, ada rasa tak yakin dengan pria pilihan orang tuanya.

Setelah menyetujui kemauan orang tuanya, Karin mulai dikenalkan ke Donwori, lelaki yang bakal jadi calon imam di kehidupannya. Sebelumnya, kedua orang tua Karin dan Donwori juga sudah saling kenal meskipun tak begitu dekat. “Iya memang awalnya tidak ada yang aneh sejak pertemuan itu. Lagaknya meyakinkan,” kata Karin pada Radar Surabaya saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, belum lama ini.

Perkenalan keluarga satu sama lain pun juga sudah dilakukan keduanya agar tahu lebih dalam bibit, bebet, bobotnya. Usai perkenalan yang cukup singkat, selama empat bulan, Karin dan Donwori akhirnya menikah.

Beberapa bulan menikah hubungan keduanya berjalan baik-baik saja. Menginjak satu tahun, kedua orang tua Karin dan Donwori menanyakan kepada mereka. Kapan diberi cucu. Sebagai orang tua pastinya mendambakan kehadiran seorang cucu dari pernikahan anaknya.

Namun Karin dan Donwori belum juga dikaruniai anak. Keduanya beralasan ke masing-masing orang tuanya kalau sedang berusaha agar cepat memiliki momongan. Keduanya juga mengaku sudah kontrol ke dokter kandungan. Namun tak ada kendala sama sekali dari keduanya.

Dua tahun berlalu, cucu yang diimpikan kehadirannya oleh kedua orang tua pasangan suami istri ini tak kunjung hadir di kehidupan mereka. Itu menjadi tanda tanya besar bagi orang tua Karin dan Donwori.

Lambat laun waktu berlalu, Karin menceritakan yang terjadi sesungguhnya pada kedua orang tuanya soal hubungan pernikahan dua tahun itu. Ternyata, selama dua tahun menikah, Donwori tak menjamahnya sekali pun. Hal itu yang dijadikan alasan oleh Karin, mengapa ia tak kunjung dikaruniai seorang anak.

Mendengar hal itu, orang tua Karin pun terkejut. Bahkan sempat tak percaya kalau anaknya tak pernah disentuh sama sekali. Selain itu, selama dua tahun menikahi Karin, Donwori ternyata sering keluar malam. “Sering banget keluar malam, tapi saya sebagai istri tak ingin mengekang suami,” ucap Karin.

Karin juga menceritakan hal serupa kepada kedua orang tua Donwori. Ketika membahas hal tersebut, secara diam-diam ayah Donwori pun mengatakan penyebabnya. Mengapa Donwori tak menggaulinya selama ini.

Ternyata Donwori memiliki perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang Donwori sudah diketahui sejak lama oleh ayah mertua Karin. Alasan Donwori dijodohkan dengan Karin agar anak lelakinya itu sembuh dari perilaku menyimpang itu. “Rupanya dia (Donwori, Red) suka sama laki-laki. Hingga kini saya juga belum tahu mengapa ia sering keluar malam,” ungkapnya.

Mendengar pernyataan bapak mertuanya, Karin menjadi bingung sendiri. Ia meminta solusi ke kedua orang tuanya, hingga menjadi blunder sendiri di antara keduanya. “Pada akhirnya kedua orang tua saya meminta untuk berpisah, karena tahu sifat asli suami saya. Saya pun diminta cerai, gimana lagi belum jodohnya,” ungkap Karin, pasrah bongkokkan. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP