alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polisi Ringkus Pengedar Sabu Menyamar Jadi Tukang Bakso

10 Juni 2020, 02: 00: 06 WIB | editor : Wijayanto

BERAKHIR: Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Faisol Amir menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari dua pengedar.

BERAKHIR: Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Faisol Amir menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari dua pengedar. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pengedar sabu di wilayah Platuk Donomulyo, Kenjeran dan Jalan Benteng, Ujung, Semampir, Surabaya, diamankan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Tersangka Abdurrahman, 32, warga Jalan Benteng, Ujung, dan  Moh Nur, 35, warga Jalan Platuk Donomulyo, Kenjeran, akhirnya diringkus. 

Polisi harus menyamar sebagai penjual bakso untuk meringkus Nur. Hasilnya, 20 poket sabu-sabu (SS) dengan berat 20 gram, sedotan, dan timbangan elektrik disita dari rumahnya.

Barang bukti sabu tersebut dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk dilakukan penyidikan. "Sabu tersebut hendak diedarkan namun berhasil kami gagalkan,'' kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Faisol Amir, Selasa (9/6). 

Pengungkapan dua pengedar sabu ini bermula ketika polisi mendapat informasi bahwa Abdurrahman yang bekerja di sebuah ekspedisi mengedarkan sabu di wilayah Semampir. Setelah diselidiki polisi melakukan penyergapan. "Kami menangkap tersangka Abdurrahman kemudian kami interogasi dan barang dari tersangka Nur," ujarnya. 

Untuk menyelidiki dan mencari keberadaan Nur, anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyamar sebagai tukang bakso untuk memantau rumah tersangka. Setelah dipastikan rumah tersebut ditinggali tersangka, polisi merencanakan penggerebekan. "Kami langsung gerebek ketika tersangka pulang ke rumahnya," tuturnya. 

Polisi menemukan 20 poket sabu yang hendak diedarkan tersangka dengan berat total 20 gram. Sabu tersebut dibeli dari seseorang berinisial Cak M. Tersangka mengambil sabu dengan cara ranjau di pinggir jalan Desa Morkepek, Bangkalan, Madura. Sabu tersebut dibeli seharga Rp 1,4 juta per gramnya. Selanjutnya dibagi sendiri oleh tersangka. "Tersangka bukan hanya mengedarkan, tapi juga tiga kali membeli sabu," ungkapnya. 

Tersangka mengaku baru saja memulai bisnis tersebut. Ia mengedarkan sabu untuk menambah penghasilan. Tersangka yang juga bekerja dipercetakan milik keluarganya mengaku butuh uang tambahan karena sepi kerjaan. "Orderan sepi sehingga saya cari tambahan jual sabu, " terangnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP