alexametrics
Selasa, 15 Jun 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Validasi Data PPDB Sudah 90 Persen,Diperpanjang Hari Ini

10 Juni 2020, 01: 42: 05 WIB | editor : Wijayanto

ADMINISTRASI PPDB: Seorang calon wali murid SMP di Surabaya, memanfaatkan pelayanan administrasi kependudukan daring untuk validasi data siswa PPDB tingkat SMP diperpanjang, Senin (8/6).

ADMINISTRASI PPDB: Seorang calon wali murid SMP di Surabaya, memanfaatkan pelayanan administrasi kependudukan daring untuk validasi data siswa PPDB tingkat SMP diperpanjang, Senin (8/6). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) kali ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Prosesnya pun agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, banyak calon siswa sekolah menengah pertama negeri (SMPN) belum melakukan validasi data PPDB.

Karena itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memperpanjang masa validasi hingga Rabu (10/6). Kadispendik Surabaya, Supomo mengakui tidak cukup waktu untuk menginput data calon peserta didik baru. "Kita perpanjang sampai 10 Juni. Saat ini sudah 90 persen yang validasi data," katanya.

Supomo menjelaskan, calon peserta didik baru dari luar Kota Surabaya dan jalur perpindahan tugas orang tua tidak perlu melakukan validasi nilai rapor. "Proses pengurusan SKDK cukup melakukan upload format SKDK yang diterbitkan dan ditandatangani ketua RT dan diketahui RW," terangnya.

Baca juga: Rampas HP, Dua Jambret ABG Babak Belur Dihajar Massa

Dispendik Surabaya telah menyediakan laman PPDB berbasis web. PPDB jenjang SMP bisa diakses melalui ppdb.surabaya.go.id. Sedangkan PPDB jenjang SD di ppdbsd.surabaya.go.id. Semua syarat, ketentuan, alur pendaftaran, hingga jadwal PPDB bisa diakses via internet.

Menurut Supomo, PPDB kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran pandemi Covid-19. Pemkot Surabaya berupaya agar semua warga mendapatkan akses sekolah. Apalagi yang ditangani pemkot adalah pendidikan dasar atau pendidikan wajib.

“Namun, yang harus diketahui adalah daya tampung sekolah negeri itu tidak sebanding dengan jumlah lulusan. Oleh karena itu, ada yang sekolah di negeri dan ada yang di swasta,” ungkapnya.

Meski demikian, dia memastikan akan mengoptimalkan daya tampung untuk siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Kabid Sekolah Menengah Pertama Dispendik Surabaya Sudarminto mengatakan, perpanjangan validasi karena wali murid mengalami kesulitan melengkapi data. Pihaknya memfasiltasi data siswa se-Surabaya. "Walaupun saya tahu tidak semua siswa sekolah di SMPN, kami buka kesempatan itu seluas-luasnya," katanya.

Selain itu, banyaknya dokumen yang belum lengkap menyebabkan tersendatnya data. Hingga kemarin sudah ribuan siswa yang melakukan validasi data. "Sabtu (6/6) yang sudah validasi 30.418 siswa, sedangkan Senin (8/6) sampai pukul 17.00 yang sudah validasi 31.360 siswa," pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP