alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Buron Dua Tahun, Komplotan Curas di Tujuh TKP Didor

03 Juni 2020, 16: 32: 54 WIB | editor : Wijayanto

PINCANG: Tiga anggota komplotan pelaku curas yang didor polisi di kakinya.

PINCANG: Tiga anggota komplotan pelaku curas yang didor polisi di kakinya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Buron kasus pencurian dengan kekerasan (curas) lintas kota berhasil dibekuk Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Komplotan tersebut biasa mengincar truk atau mobil angkutan barang lain.

Tersangka Arief Hidayat, 35, Abdul Mukti, 32, warga Jalan Semampir, Surabaya, serta Honawi, 40, warga Sampang, Madura, terpaksa ditembak kaki karena mencoba melawan saat ditangkap.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksana menjelaskan, selain ketiga tersangka itu, ada satu otak komplotan berinisial AN alias Sadat. Saat ini Sadat mendekam di Rutan Medaeng. Dia terjerat kasus penyelahgunaan narkotika. Sadat merupakan otak aksi pembajakan ini. Namun, ia sudah berada di penjara karena kasus narkoba," terang Arief

Penangkapan ketiga tersangka curas itu bermula ketika pelaku menyewa truk dari salah satu perusahaan rental truk di Sidoarjo. Mereka mengaku hendak mengangkut besi ke luar kota. Hingga akhirnya sopir truk ikut. "Sopir truk tergiur dengan bayaran besar yang dijanjikan oleh komplotan ini," katanya.

Mereka sepakat bertemu di Kerto Menanggal, tepatnya samping Markas Korem. Keempat tersangka masuk kemudian menodong korban menggunakan celurit.

Selanjutnya, tersangka membekap tangan dan mulut korban. Kemudian menutup matanya. Korban dibuang ke Leran, Manyar, Gresik. "Korban selamat setelah ditolong warga setempat dan melaporkannya ke kami," terang Arief.

Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan dan mengetahui ada tiga tersangka yang berada di rumahnya masing-masing. Mereka dibekuk di wilayah Gayungan saat berkumpul. Polisi sempat diancam menggunakan celurit sehingga ketiganya terpaksa diberi tindakan tembak kaki. "Terpaksa kami tembak kakinya karena mencoba melawan saat ditangkap," jelasnya.

Arief mengatakan, para tersangka sudah enam kali melakukan aksi pencurian selama 2017 hingga 2018. Kasus yang diungkap tersebut di wilayah Surabaya pada 2018 lalu. Ketiganya selama ini sulit dicari. "Sudah buron sejak 2018. Komplotan ini termasuk licin," ungkapnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP