alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Siap Hadapi New Normal, Pondok Pesantren Siapkan Ruang Isolasi

03 Juni 2020, 17: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

CEK SUHU BADAN: Para santri di cek suhu badanya saat memasuki pondok.

CEK SUHU BADAN: Para santri di cek suhu badanya saat memasuki pondok. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Beberapa pondok pesantren (ponpes) di Gresik mulai menyiapkan diri untuk menghadapi new normal menghadapi pandemi Corona virus disease (Covid-19). Salah satunya akan membuka pesantren dengan protokoler kesehatan ketat hingga menyiapkan ruang isolasi.

Pengasuh Ponpes Mambaul Ihsan Nafisul Atok mengatakan, pihaknya siap melaksanakan aturan dalam menegakkan protokol kesehatan di lingkungan pesantren.

Pihaknya, juga mendukung pemerintah dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Serta penerapan model New Normal.

"Sebelum memasuki pondok dicek kesehatan ketat. Kita wajibkan bermasker, bahkan terus menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19," katanya.

Bagi santri yang berasal dari luar daerah maupun dari wilayah zona merah, pria yang akrab disapa Gus Atok itu akan melakukan penanganannya akan lebih ketat. Para santri harus membawa surat keterangan sehat. Setibanya di pesantren harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika dalam masa isolasi tersebut ditemukan gejala maka harus melakukan rapid test.

"Jadi sudah kita wanti-wanti, jika ada yang flu atau sakit langsung kita tangani. Bahkan, pengurus akan mengontrol setiap waktu kondisi santri," imbuh dia.

Untuk pelaksanaan pembelajaran akan memberikan jarak antar santri. Hal itu akan dilakukan ketika pembelajaran praktik. Kemudian, ketika mengaji akan diatur jaraknya sekitar satu atau dua meter. Ini akan dibiasakan. Bahkan, di kamar yang biasanya ada sepuluh orang, kali ini batasi hanya lima orang per kamar.

"Kami biasakan olahraga, menyediakan makanan bergizi serta akan minum suplemen vitamin setiap hari. Kami yakin bisa menerapkan, apalagi pondok kita seluas 10 Hektare, sedangkan menampung 300 santri. Kita yakin bisa menerapkannya," imbuh dia.

Tak berhenti di sana, pondok yang berdomisili di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah itu juga menyiapkan suplemen vitamin C serta menganjurkan santri cuci tangan serta wajib bermasker.

"Kami  telah melakukan kegiatan dalam rangka membantu pesantren agar kenyamanan dan keamanan santri dalam menuntut ilmu bisa terlaksana meski di tengah pendemi," ujar Imam Mahmud Badaruddin.

Pondok pesantren sebagai embrio pendidikan karakter harus terus didukung. Maka dari itu, setiao ajaran faham aswaja annahdliyah harus dikawal. Jauh sebelumnya, imbuh Badar ia bersama anggota telah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh pesantren dan taman pendidikan Alquran yang berada di desa maupun dusun serta masjid.

"Selain itu juga terus menyosialisasikan pencegahan Covid-19, bahkan kami juga telah membantu pemerintah di desa-desa dalam penanganan pandemi ini," imbuhnya menanggapi Ponpes di Gresik bersiap menerapkan sistem new normal.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP