alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Pemerintah Batalkan Haji 2020, 2.400 CJH Sidoarjo Gagal Berangkat

03 Juni 2020, 08: 29: 51 WIB | editor : Wijayanto

DITUNDA: Pemberangkatan haji dari Pendopo Delta Wibawa pada tahun lalu.

DITUNDA: Pemberangkatan haji dari Pendopo Delta Wibawa pada tahun lalu. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Kementerian Agama secara tegas menunda keberangkatan haji untuk semua jalur, baik reguler atau visa khusus pada tahun ini. Keputusan tersebut berdampak pada 2.400 Calon Jamaah Haji (CJH) di Sidoarjo. 

Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo Rohmat Nasrudin mengatakan, pihaknya tengah menunggu petunjuk teknis pengembalian uang pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tersebut. 

Para CJH sudah membayar Rp 12,5 juta saat pelunasan BPIH. Sebelumnya, CJH telah menyerahkan setoran awal senilai Rp 25 juta untuk mendapatkan kursi. "Jamaah kalau ingin mengembil uang pelunasan diperkenankan," katanya. 

Jika uang tersebut tidak diambil bagaimana? Nasrudin mengungkapkan tidak ada masalah. Banyak jamaah yang menginginkan demikian. Disimpan untuk musim haji tahun depan. 

Sebelum kebijakan penundaan haji 2020 ini dikeluarkan, Kemenag Sidoarjo tengah mengurus administrasi dengan menyerahkan paspor ke asrama haji Surabaya untuk dimintakan visa. "Paspor juga bisa diambil. Kalau tidak diambil, kami yang menyimpan," imbuhnya. 

Andaikan tidak ada pembatalan, kloter pertama CJH akan masuk asrama haji Surabaya pada 25 Juni. Yang diberangkatkan dalam lima kloter. 

Seperti musim haji sebelumnya 65 persen CJH Sidoarjo berusia 50 tahun ke atas. Dan tetap menjadi prioritas saat pemberangkatan haji sudah dibuka kembali. Apalagi mereka yang gagal berangkat tahun ini memasuki waktu tunggu haji selama sembilan tahun. 

"Pendaftar haji baru tahun ini, masa tunggunya sudah 28 tahun," pungkas Nasrudin. (rpp/nis)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP