alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Politik Sidoarjo
icon featured
Politik Sidoarjo

Pilkada Mundur, Anggaran Membengkak, KPU Tambah 861 TPS

03 Juni 2020, 08: 27: 39 WIB | editor : Wijayanto

DISKUSI: KPU Sidoarjo, Bawaslu, dan Komisi A DPRD Sidoarjo saat rapat dengar pendapat.

DISKUSI: KPU Sidoarjo, Bawaslu, dan Komisi A DPRD Sidoarjo saat rapat dengar pendapat. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pilkada 2020 telah diputuskan bakal digelar 9 Desember 2020. Komisi Pemilihan Umun (KPU) Sidoarjo tengah menyiapkan berbagai skema menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.KPU Sidoarjo, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Komisi A DPRD menggelar rapat dengar pendapat persiapan pilkada.

Dalam rapat itu, Ketua KPU Sidoarjo M.Iskak menyampaikan sejumlah skema yang bakal dilakukan. Di antaranya adalah penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Rencananya ada penambahan 861 TPS. "Total ada 3849 TPS dari sebelumnya 2988 TPS," terang M.Iskak.

M Iskak menguraikan, penambahan TPS itu dalam rangka menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku. Yakni meminimalisir penumpukan massa. "Awalnya jumlah pemilih di tiap TPS antara 520 sampai 600 orang, kemungkinan PKPU ada perubahan. Kami asumsikan sekitar 400 pemilih sehingga perlu penambahan TPS," imbuhnya.

Namun, M Iskak juga menambahkan, penambahan TPS itu juga memerlukan penambahan anggaran sebagai pembentukan dan operasional TPS. "Satu TPS butuh Rp 8 juta, sehingga perlu tambahan Rp 6,9 miliar," urainya.

Belum lagi, penyelenggara pemilu harus dibekali Alat Pelindung Diri (APD) karena harus bersinggungan dengan masyarakat untuk menjalankan tugasnya. Kalau perkiraan, dibutuhkan anggaran mencapai Rp 90 miliar. Dalam waktu dekat, KPU juga tengah mengupayakan rapid tes kepada seluruh penyelenggara. Hal itu untuk memetakan penyebaran Covid-19 di lingkungan penyelenggara pemilu.

Penyelenggara pemilu juga bakal diaktifkan untuk menuntaskan pekerjaan yang tertunda. Salah satunya adalah verifikasi faktual dan coklit. "Sebelum bekerja harus dipastikan sehat, agar tidak jadi penyebar virus," pungkasnya. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP