alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Jatim Bakal Uji Coba New Normal Operasional Industri di Lima Daerah

Disnaker Perketat Pengawasan

02 Juni 2020, 11: 59: 07 WIB | editor : Wijayanto

RESTART: Kegiatan produksi di salah industri mebel di Jatim.

RESTART: Kegiatan produksi di salah industri mebel di Jatim. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah berencana memberlakukan tahapan baru atau new normal untuk menggerakkan kembali roda perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Di Jawa Timur, uji coba new normal untuk perusahaan dilakukan di lima daerah, yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Pasuruan,

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan ketat industri dan perusahaan-perusahaan di Jatim menjelang diberlakukannya new normal.

Menurut dia, tidak semua perusahaan/industri di Jatim bisa beroperasi pada saat new normal. Pemberlakuan new normal disesuaikan dengan peta wilayah penyebaran Covid-19. Penerapan tersebut rencananya dilakukan secara bertahap mulai pada 2-8 Juni.

“Saya diperintah untuk membuat peta wilayah industri yang memungkinkan untuk melakukan new normal. Kami akan melakukan percobaan pada lima wilayah, yakni Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Pasuruan,” ujarnya di Surabaya, Senin (1/6).

Mantan Kabiro Hukum Setdaprov Jatim ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah-daerah yang akan mulai diberlakukan aktivitas industri dengan pengawasan yang ekstra ketat. Namun, tidak semua daerah diberlakukan new normal. 

“Kita lihat peta Covid-19 dulu karena wilayahnya masih merah tapi industrinya harus dibuka. Itu berarti ekstra pengawasan,” ujarnya.

Himawan mencontohkan, di wilayah Gresik tidak semua bisa diberlakukan new normal. Kawasan Gresik yang berdekatan dengan Surabaya masih harus dilakukan pengawasan ketat.

“Sementara yang jauh dari perbatasan Surabaya diperbolehkan melakukan new normal, tapi dengan syarat tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat,” katanya.

Himawan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan disnaker di daerah dan menginstruksi semua perusahaan yang akan beraktivitas kembali untuk lebih ketat menerapkan protokol kesehatan sebelum pekerjanya masuk. 

Manajemen perusahaan harus selalu terus memperhatikan pekerjanya agar menggunakan alat pelindung diri (APD) dan pengawasan secara tertib. 

“Ketika pulang juga dilakukan pengawasan protokol kesehatan. Kita menempatkan pegawai pengawas untuk terus memantau setiap hari bagaimana kepatuhan protokol kesehatan,” terangnya.

Selain itu, Himawan mengimbau perusahaan-perusahaan agar membagi jam kerja dan mengatur jarak antarkaryawannya sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Kemudian perusahaan juga harus membuat pengumuman untuk karyawannya agar segera pulang setelah jam kerja usai dan langsung mandi ketika sampai rumah.

“Justru ketika pulang itu yang harus kita announce (umumkan), kalau keluar dari industri atau perusahaan, berperilakulah tetap sehat, pakai masker, beli apa-apa pakai cuci tangan dan hand sanitizer. Jangan sampai kemudian menjadi pembawa virus,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP