alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Jatim Terima Bantuan Mobil Tes PCR dari BNPB

29 Mei 2020, 00: 02: 21 WIB | editor : Wijayanto

DETEKSI CORONA: Mobil Tes PCR bantuan pemerintah pusat siap dioperasikan.

DETEKSI CORONA: Mobil Tes PCR bantuan pemerintah pusat siap dioperasikan. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur menerima bantuan dua unit Mobil Lab Bio Safety Level 2 untuk penanganan Covid-19 dari pemerintah pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Laboratorium BSL 2 tersebut bersifat mobile atau mudah dipindah-pindah sehingga dapat ditempatkan ke daerah-daerah yang belum memiliki laboratorium BSL 2 untuk memudahkan pelaksanaan uji PCR dalam rangka mendeteksi Covid-19.

Mobile lab BSL 2 itu telah mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Laboratorium itu dilengkapi sejumlah peralatan yang mendukung pemeriksaan swab Covid-19, antara lain peralatan PCR untuk tes swab Covid-19, biosafety cabinet, dan sistem pemprosesan limbah medis.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengatakan satu unit mobil telah datang Rabu (27/5) pagi dan satu unit lainnya dijadwalkan akan datang, Kamis (28/5).

"Ada dua mobil PCR (Polymerase Chain Reaction), satu datang hari ini, satu besok. Kita sebar di rumah sakit untuk tes PCR langsung. Hari ini ditargetkan 500an (spesimen), besok lebih banyak lagi karena ada 2 mobil," kata Joni.

Mobil tersebut akan membantu tes PCR di RS Universitas Airlangga (RSUA), RS Haji Sukolilo, dan RS Darurat Puslitbang Kemenkes di Jalan Indrapura, Surabaya.

Selain Mobil Lab Bio Safety Level 2, Joni menjelaskan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat juga membantu alat PCR yang ekstraksi spesimen dalam tesnya lebih cepat.

"Kita letakkan di RSUD dr Soetomo dan BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) agar testingnya bisa lebih masif dan segera ditindaklanjuti dengan isolasi," lanjut Dirut RSUD dr Soetomo ini.

Terkait mekanisme isolasi sendiri, Joni menjelaskan RSUD dr Soetomo diperuntukkan pasien yang mengalami gejala klinis sedang hingga berat.

Sedangkan yang ringan hingga sedang bisa saat ini Gugus Tugas Jatim telah menyiapkan RS Darurat di Puslitbang Kemenkes.

"Hari ini operasional untuk sementara 48 bed, besok ditambah 50 bed, di (gedung) belakang bisa ditambah 200-500 bed. RS dr Soetomo, RSUA untuk yang (gejala klinis) sedang-berat karena butuh penanganan yang spesialis,"pungkas Joni.(mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP