alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik

Banyak PMI Pulkam, Dishub Gresik Operasikan KM Ekspres Bahari

24 Mei 2020, 00: 37: 30 WIB | editor : Wijayanto

JALAN LAGI: Dishub Gresik melakukan persiapan operasional KM Ekspres Bahari untuk melayani rute Gresik –Bawean PP.

JALAN LAGI: Dishub Gresik melakukan persiapan operasional KM Ekspres Bahari untuk melayani rute Gresik –Bawean PP. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK – Setelah menghentikan sementara operasionalnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik kembali mengoperasikan Kapal Motor (KM) Ekspres Bahari 8E pada lintas penyeberangan Gresik-Bawean dengan satu kali trayek pergi pulang (PP).

Hal ini dilakukan atas perintah dari Ketua Satgas Covid-19 Gresik, Bupati Sambari Halim, dengan pertimbangan ada beberapa pekerja migran Indonesia (PMI) yang harus segera dipulangkan. Selain itu ada beberapa warga Bawean yang ingin pulang kampung dalam artian mereka telah tinggal cukup lama di Gresik

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan mengatakan, dengan pertimbangan kemanusiaan untuk memberangkatkan tapi tetap dengan pertimbangan protokol yang ketat. "Artinya telah difasilitasi rapid test secara gratis," kata Nanang.

PROTOKOL KETAT: Calon penumpang dites rapid sebelum menaiki kapal.

PROTOKOL KETAT: Calon penumpang dites rapid sebelum menaiki kapal. (ISTIMEWA)

Kemudian untuk melakukan rapid test dilakukan oleh tiga Puskesmas. Yakni Puskesmas Alun-alun, Puskesmas Industri dan Puskesmas Nelayan. Setelah itu baru para penumpang melakukan rapid test lebih dahulu sebelum membeli tiket. 

Menurut dia, data yang sudah selesai rapid test langsung diserahkan ke operator kapal untuk verifikasi calon penumpang. Kemudian semua penumpang harus pegang hasil rapid test masing-masing seperti identitas diri. "Apabila para penumpang yang mempunyai tiket tapi tidak ada rapid test tidak diperbolehkan naik ke kapal," ujar dia.

Sedangkan untuk penumpang ada 172 orang dan 11 balita (2 tahun 6 bulan). Bahkan PMI ada 12 orang dan terus ada beberapa orang yang sakit tumor otak yang mau pulang yang sudah diperiksa oleh dokter.

"Kami berharap kebijakan dari ketua covid-1 bisa bertemu dengan keluarga dan tetap tidak mengabaikan protokoler. Dan ini bukan mudik tapi balik kampung masing - masing,"jelas dia yang saat ditemui di pelabuhan Gresik.

Ditambahkan juga oleh Kepala Bidang Angkutan (Kabid) Dishub Gresik, Muhammad Amri, operasional KM Bahari ini selain prioritas pada pemulangan PMI juga dalam rangka mengakomodir masyarakat Bawean yang pulang kampung (pulkam) dan sudah tidak bisa ke Bawean sejak Jumat, minggu lalu yang menjadi pelayanan penyeberangan terakhir.

"Sehingga dengan pemberangkatan hari ini dengan protokoler kesehatan yang ketat mulai dari tes rapid di puskesmas yang ditunjuk.  Selanjutnya data rekap verifikasi operator kapal dalam hal pelayanan tiketing, selanjutnya masuk pelabuhan wajib memiliki tiket serta dicek kesehatannya (thermogun) dan terakhir kroscek data identitas, surat hasil rapid dan tiket, baru bisa masuk kapal," tambah Amri. (jar/jay)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP