alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Jalan Terjal Bongkar Sindikat Internasional

Sukses Ungkap 100 Kg SS, Satreskoba Diganggu Bandar dan Difitnah

24 Mei 2020, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

PRESTASI BIKIN IRI: Polrestabes Surabaya saat merilis pengungkapan bandar narkoba internasional dengan barang bukti sabu 100 kg dan empat lima orang tersangka termasuk salah satu ditembak mati.

PRESTASI BIKIN IRI: Polrestabes Surabaya saat merilis pengungkapan bandar narkoba internasional dengan barang bukti sabu 100 kg dan empat lima orang tersangka termasuk salah satu ditembak mati. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sukses mengungkap jaringan narkoba dengan barang bukti fantastis bukan tanpa risiko. Seperti yang dialami Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Kesatuan yang dipimpin AKBP Memo Ardian itu mendapat serangan dari  bandar lain yang menggunakan segala  cara guna menjatuhkan reputasi dan kewibawaan korps.

"Satresnarkoba Polrestabes Surabaya sudah memprediksi bahwa akan ada tekanan-tekanan berkaitan dengan kelompok-kelompok, jaringan-jaringan narkotika. Usai menangkap besar, pasti dicari celah-celahnya," terang Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian.

Padahal, kesatuan ini berulangkali sukses membongkar sindikat narkoba jaringan internasional dengan jumlah barang bukti yang cukup besar. Paling mutakhir, Satreskoba Polrestabes Surabaya berhasil membongkar sindikat narkoba dengan barang bukti hingga 100,200 kilogram atau satu kuintal lebih sabu-sabu (SS).

Bahkan satu di antara pelaku terpaksa ditembak mati lantaran melawan menggunakan senjata api saat disergap di apartemen persembunyiannya (safe house). "Memang resiko jika kita mengungkap jaringan besar narkoba pasti akan membuat bandar lain resah dan melakukan segala cara," paparnya.

Menurut Memo, 'serangan balik' itu dilakukan oleh bandar dengan berbagai cara dan dilakukan secara tidak langsung. Rata-rata mereka melakukannya dengan memakai campur tangan pihak lain.

"Kami sudah melakukan analisa. Setelah ungkap kami dirilis, mulai dari 7 juta pil koplo (double L), 30 kilogram sabu, 7 kilogram sabu hingga 12 ribu butit pil ekstasi, setelahnya pasti ada yang menyerang kami dengan cara apapun," ungkap Alumni Akpol tahun 2002 ini.

Di sisi lain, terkait pemberitaan sejumlah media yang menyebut bahwa Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap pria berinisial S di Jalan Sukomanungal Surabaya, Memo memastikan penangkapan itu tidak ada.

Begitu pula dengan adanya dugaan pemerasan atau menguras uang tersangka sebanyak Rp 2 miliar, Memo juga memastikan kabar itu tidak benar. "Itu semua tidak benar," tegasnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP