alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Warga Surabaya Diimbau Salat Ied di Rumah

23 Mei 2020, 07: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET/UMROH)

Share this      

SURABAYA - Ramadan 1441 Hijriah dijalani dalam suasana berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Ramadan tahun ini berjalan dalam suasana pandemi. Status pandemi itu sendiri ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sejak Maret 2020.

Menurut Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya Husni, suasana pandemi ini segera berakhir dan kehidupan kembali normal, baik di Indonesia maupun dunia. Namun, mengingat pandemi masih belum selesai, pihaknya menghimbau agar masyarakat Surabaya menyambut Idulfitri dengan tetap tinggal di rumah.

"Saya imbau umat Islam menjalankan salat Ied di rumah bersama keluarga inti. Ini bagian dari empati dan komitmen kita sebagai umat beragama, dalam penanganan Covid-19," katanya. 

Husni berharap bahwa salat Ied untuk tidak ditinggalkan, tapi tetap diselenggarakan bersama keluarga, sesuai teladan Rasulullah SAW yang tak pernah meninggalkan salat Ied. Oleh karena itu pihaknya berharap para ulama, termasuk MUI, dapat terus memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang hukum fikih Islam dan tata cara salat Idulfitri yang merupakan Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. 

"Mari kita sambut kehadiran Idulfitri 1441 H dengan suka-cita dan bahagia, karena itu adalah hari kemenangan dan hari kembalinya kita ke fitrah yang suci. Mari berbagi kepedulian kepada yang memerlukan, agar mereka juga dapat berlebaran seperti kita semua," terangnya.

Selain itu, Husni juga tidak melarang adanya masjid di Surabaya yang tetap melaksanakan salat Hari Raya Idulfitri di lapangan atau di masjid. Namun tetap menerapakan protokoler kesehatan. "Tidak ada pelarangan untuk salat Ied di lapangan atau masjid berjamaah, tapi tetap menjalankan protokoler kesehatan," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau agar warganya tidak menggelar salat id berjamaah di masjid maupun di lapangan. Mengingat situasi kasus Covid-19 di Surabaya belum ada tren penurunan.

Alasan tidak menganjurkan salat Ied berjamaah di masjid maupun di lapangan, karena ada penularan yang di-tracing ternyata setelah pergi ke masjid. Bahkan, tetangga satu gang harus diisolasi. "Kita ada temuan tiga klaster masjid. Penularannya cepat kalau sudah berkumpul begitu,” katanya.

Risma juga yakin masyarakat bisa mengerti dengan kondisi sekarang ini. Sehingga besar kemungkinan masyarakat bisa saling menjaga. “Ya nanti masyarakat bisa, malah kita banyak tahunya dari masyarakat. Terus terang ini perannya masyarakat besar. Lek Suroboyo iki gak guyub terus terang abot. Kotanya terlalu gede. Aparatnya sedikit,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP