alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Nekat Memaksa Mudik Akan Dipulangkan Paksa atau Dikarantina

23 Mei 2020, 03: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

KETAT: Aparat keamanan akan melakukan pengecekan terhadap pengendara yang datang dari luar Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

KETAT: Aparat keamanan akan melakukan pengecekan terhadap pengendara yang datang dari luar Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA- Operasi Ketupat Semeru 2020 sudah digelar sejak 24 April lalu. Operasi kepolisian oleh Satuan Lalu Lintas ini akan melaksanakan sosialisasi penyekatan dalam rangka larangan mudik yang sudah ditetapkan pemerintah.  Penyekatan dilakukan sampai Operasi Ketupat Semeru 2020 berakhir 31 Mei 2020 mendatang.

Beberapa penyekatan akan dilakukan di Surabaya bagi kendaraan yang tidak menggunakan plat nomor L (Surabaya) dan tidak ada kepentingan mendesak. Mereka akan dihalau sejak perbatasan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, pihaknya melakukan penyekatan untuk sementara ini dalam rangka larangan mudik yang dilaksanakan pemerintah. Sebanyak 13 check point didirikan di perbatasan Kota Surabaya dan juga empat check point di terminal dan stasiun. "Untuk sementara ini kami laksanakan larangan mudik. Jika kendaraan ada yang tidak ada kepentingan mendesak akan kami minta putar balik," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukannya ini bersifat pre emptive dan preventif. Adapun lokasi penyekatan tersebut antara lain di depan Mall Cito Bunderan Waru, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Merr Gunung Anyar, beberapa exit tol yang dijaga petugas gabungan Satlantas Polrestabes Surabaya bersama Dishub dan Satpol PP Surabaya. "Kami lakukan penyekatan di semua perbatasan Surabaya dengan kabupaten lain di wilayahnya," katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengetatan di delapan titik perbatasan akan dilakukan hingga Operasi Ketupat Semeru selesai. "Mudik dilarang tetap. Kelonggaran nggak ada," ujarnya di Markas Polda Jatim, Selasa (19/5). Trunoyudo menjelaskan, untuk daerah PSBB juga diberlakukan sama. Semua kendaraan yang masuk akan diperiksa dan diputar balik bila tidak menaati peraturan protokol kesehatan Covid-19.

"Kan pembatasan (PSBB). Setiap kendaraan dilakukan penyekatan seperti di Bundaran Waru. Sampai sekarang masih," katanya. Disinggung terkait, apakah ada cek poin untuk pemudik lokal, Trunoyudo menyatakan tetap ada. Namun, lanjut Trunoyudo, sesuai instruksi Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran pengetatan akan dilakukan di hulunya tingkat RT, RW dan desa. "Konsepnya jelas kampung tangguh berbasis POP (Problem Oriented Policing) nanti desa tangguh melalui RT RW, nya yang membuat cek poin sendiri," bebernya.

Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran mengungkapkan, untuk memutus penyebaran virus corona kuncinya adalah disiplin. "Displin adalah vaksin dan obat virus corona,” tegas Fadil. Jenderal bintang dua itu berharap warga Jatim disiplin menaati kebijakan dan imbauan yang disampaikan pemerintah. Seperti tidak mudik, menggunakan masker, stay at home, jaga jarak, tidak berkerumun dan selalu mencuci tangan dengan sabun.(gun/rus/rak)

(sb/rus/gun/jay/JPR)

 TOP