alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

Beri Dukungan, Guru-guru TPQ: Cak Machfud Peduli Pendidikan Moral

22 Mei 2020, 21: 41: 39 WIB | editor : Wijayanto

Beri Dukungan, Guru-guru TPQ: Cak Machfud Peduli Pendidikan Moral

SURABAYA - Guru-guru TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) se-Surabaya mendatangi kediaman Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin. Mereka memberikan dukungan kepada Cak Machfud.

Para guru TPQ menilai Machfud Arifin merupakan tokoh Surabaya yang peduli terhadap pendidikan moral. Guru-guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pendidikan Al Quran (FKPQ) ini menilai Mantan Kapolda Jatim ini sosok yang tepat untuk meneruskan pembangunan Surabaya.

"Sudah ada sosok calon pemimpin yang siap menyejahterakan para guru ngaji, para ustaz, perhatian terhadap perkembangan pendidikan moral di Surabaya, pasti akan kita dukung," kata Ketua FKPQ Solikhun di kediaman Machfud Arifin pada Jumat (22/5/2020).

Machfud Arifin menyambut baik kedatangan para guru TPQ. Cak Machfud mendengarkan dengan serius keluhan yang disampaikan guru-guru TPQ tersebut.

Dia menilai guru-guru layak mendapatkan kesejahteraan yang layak dari pemerintah. Sebab, mereka adalah komponen penting dalam membangun moral generasi penerus bangsa.

"Saya berkomitmen untuk memperbaiki seluruhnya, termasuk kesejahteraan para guru ngaji atau TPQ ini, salah satunya pasti dengan menaikkan honor para guru-guru ngaji. Sebab mereka adalah garda terdepan dalam membangun moralitas warga Surabaya," kata Cak Machfud.

Selain itu, bukan soal keperluan para tenaga pendidik guru-guru, tapi juga fasilitas penunjang pendidikan untuk warga. Sarana prasaran pendidikan harus terus dibenahi agar pendidikan di Kota Surabaya semakin maju.

"Bukan hanya kesejahteraan para pendidiknya saja, tapi fasilitas penunjang untuk murid juga akan ditingkatkan," ungkapnya.

Menurut purnawirawan jenderal bintang dua itu menilai pembangunan kota bukan hanya soal infrastruktur. Pendidikan warga juga bukan hanya nilai-nilai akademis saja, tapi juga pendidikan akhlak.

"Pendidikan moral ini penting untuk mengiringi pengetahuan akademis. Karena dengan agama, ilmu bisa menjadi sempurna dan bisa dimanfaatkan untuk kebaikan," pungkasnya. (rud)

(sb/rud/jay/JPR)

 TOP