alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Gelombang Udara Rossby Bawa Hujan ke Surabaya Saat Musim Kemarau

Musim Panas Diprediksi Hingga Oktober

22 Mei 2020, 16: 55: 45 WIB | editor : Wijayanto

EFEK ROSBBY: Cuaca Surabaya yang mendung dan turun hujan dikarenakan adanya gelombang udara Rossby yang diprediksi hingga Lebaran nanti.

EFEK ROSBBY: Cuaca Surabaya yang mendung dan turun hujan dikarenakan adanya gelombang udara Rossby yang diprediksi hingga Lebaran nanti. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meski secara klimatologi pada pertengahan bulan ini cuaca di Surabaya sudah memasuki musim kemarau, namun beberapa hari terakhir cuaca di Kota Pahlawan disaput mendung bahkan hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi adanya gelombang udara Rossby. 

Kepala Forcaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya, Muhammad Arif Wiyono mengatakan, sejak beberapa hari ini Surabaya terkena gangguan gelombang udara Rossby yang perputaran udaranya dari Samudera Pasifik ke Samudera Atlantik. 

"Cuaca hujan ini disebabkan adanya gelombang udara Rossby yang kebetulan Surabaya terkena imbas dari perputaran udara tersebut. Perputaran udaranya ke seluruh dunia dan ini bersifat global," jelasnya.

Arif menjelaskan bahwa gelombang udara tersebut baru diketahui sejak dua hari yang lalu. Berawal dari adanya gelombang udara berwarna biru sehingga menyebabkan uap air masuk ke Surabaya. "Hujannya sedang dan disertai guntur dan kilat namun masih stabil," terangnya.

Hujan di Surabaya diprediksi masih akan turun sampai beberapa hari ke depan. Bahkan saat lebaran nanti, Surabaya diprediksi akan diguyur hujan. 

"Prediksinya in syaa Allah sampai lebaran hujannya, tapi tidak menentu apa pagi, sore, atau malam, jadi tergantung uap air yang menghasilkan awan tebal," ungkapnya.

Meski intensitas hujan sedang, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap angin kencang saat gelombang udara Rossby. "Karena angin kencang cukup dibawa awan cibi (comulus nimbus, Red) yang membawa hujan disertai guntur, sehingga berpotensi terjadinya angin kencang dan ini perlu diwaspadai," ujarnya.

Arif memprediksi, setelah adanya gelombang udara Rossby, Surabaya akan kembali mengalami cuaca panas yang diprediksi terjadi hingga Oktober 2020. "Ya ini merupakan dinamika cuaca, kalau gak ada elnino (badai) ya sampai Oktober panasnya," pungkasnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP