alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Baru Sebulan Bebas, Dua Napi Asimilasi Menjambret Lagi Didor Betisnya

22 Mei 2020, 12: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

EFEK JERA: Tersangka Tri Anggoro alias Londo dan Rudi Agus Hariyanto menunjukkan sejumlah barang hasil jambret di kawasan Wonokromo.

EFEK JERA: Tersangka Tri Anggoro alias Londo dan Rudi Agus Hariyanto menunjukkan sejumlah barang hasil jambret di kawasan Wonokromo. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Baru saja menghirup udara bebas atas program asimilasi, dua mantan narapidana ini kembali berurusan dengan polisi. Kedua tersangka yang diamankan polisi adalah Tri Anggoro, 33, alias Londo warga Jalan Gajah Mada I Dalam, Surabaya, dan Rudi Agus Hariyanto, 32, alias Mbahnen, warga Pakis Tirtosari XVI, Surabaya.

Dua residivis ini dibekuk lantaran melakukan serangkaian penjambretan dan pencurian motor di kawasan Wonokromo dan Tegalsari. Penangkapan keduanya merupakan tindak lanjut dan Rudi Agus Hariyanto, 32, alias Mbahnen, warga Pakis Tirtosari XVI, Surabaya.

Dua residivis ini dibekuk lantaran melakukan serangkaian penjambretan dan pencurian motor di kawasan Wonokromo dan Tegalsari. Penangkapan keduanya merupakan tindak lanjut polisi setelah menerima beberapa kali laporan aksi penjambretan di wilayah Jalan Diponegoro dan Jalan Jagir, Wonokromo, akhir April 2020.

Setelah diselidiki, dan meminta keterangan korban serta saksi-saksi, pelaku penjambretan mengarah ke dua pria yang baru bebas tersebut. Sebab, saat itu keduanya memakai motor Suzuki Satri FU nopol L 5880 KB.

”Pelaku kami tangkap di rumahnya setelah dipantau beberapa hari,” kata Kapolsek Wonokromo Kompol Cristhoper Adhikara Lebang didampingi Kanit Reskrim Ipda Arie Pranoto.

Cristhoper mengungkapkan, tersangka Londo ditangkap terlebih dahulu. Saat diinterogasi awalnya si Londo mengelak. Namun, polisi menemukan barang bukti hasil kejahatan tersangka. Setelah dikembangkan, Londo mengaku beraksi bersama Rudi.

Selang beberapa jam kemudian, Londo dikeler ke indekos tersangka Rudi. Rudi pun dibekuk saat pesta sabu-sabu (SS) bersama ketiga kawannya di kamar kos. Yakni Arif Widodo, Doni Marianto, dan Nyoto Margono.

”Tri dan Rudi merupakan napi asimilasi dari Lapas Tulungagung dan Lapas Malang. Lalu, hasil pengembangan, kami amankan empat pengguna narkotika,” sebutnya.

Perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini menyatakan, dari tangan tersangka disita barang bukti 1 unit motor sarana, 1 unit motor Honda Beat L 2082 HE hasil curian, 4 unit handphone (HP), 1 KTP dan 1, ATM milik korban atas nama Rusmini.

”Ada tujuh LP (laporan, Red). Lima dari Polsek Wonokromo, dua Polsek Tegalsari. Kejahatan itu dilakukan antara 26 April hingga 4 Mei,” bebernya.

Sementara itu, saat dikeler keduanya juga sempat berusaha kabur. Akhirnya, anggota reskrim bertindak tegas menghadiahi timah panas di betis kedua tersangka. ”Saya keluar Lapas Tulungagung pada 7 April, kasus perkelahian,” ucap tersangka Rudi.

Sementara Tri Anggoro mengaku baru keluar Lapas Malang pada 6 April 2020. ”Saya kasus jambret. Sebelumnya ditahan di Lapas Malang,” aku Londo sambil menunduk.

Kedua bandit bertato ini ternyata juga sudah saling kenal lama. Tersangka mengaku nekat melakukan penjambretan di masa pandemi corona karena tidak memiliki penghasilan setelah keluar lapas. ”Karena tidak punya pekerjaan terpaksa njambret,” kilahnya.  Dalam beraksi, Londo mengaku berperan sebagai joki. Sementara Rudi sebagai pemetik atau eksekutor. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP