alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Mudik Dilarang, Hampir Sebulan Terminal Lengang

22 Mei 2020, 11: 13: 05 WIB | editor : Wijayanto

MELOMPONG: Terminal Purabaya Bungurasih terpantau kosong tanpa satu pun bus yang operasional.

MELOMPONG: Terminal Purabaya Bungurasih terpantau kosong tanpa satu pun bus yang operasional. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menjelang Idul Fitri, biasanya terminal-terminal di sangat ramai dengan ribuan pemudik. Namun, di tengah pandemi Covid-19, terminal terlihat lengang. Suara teriakan kenek bus dan angkot tak lagi nyaring. Apalagi, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua yang baru berakhir pada 25 Mei mendatang.

Pemerintah juga melarang warga mudik ke kampung halaman guna mengantisipasi Covid-19. Kepala UPTD Terminal Tambak Oso Wilangon Joko Budi Legowo mengatakan, belum ada petunjuk dari Dinas Perhubungan Jatim atau Dishub Surabaya terkait pengoperasian kembali terminal. ”Sudah sebulan ini tidak ada aktivitas penumpang di Terminal TOW,” katanya.

Joko menjelaskan, selama PSBB hanya angkot jurusan Surabaya-Gresik yang tetap beroperasi. Itu pun hanya empat kendaraan yang beroperasi dalam sehari. ”Itu juga terbatas. Tidak beroperasi sejak 28 April lalu,” terangnya.

Suasana di Terminal Purabaya juga tak jauh berbeda. Bahkan, terminal Joyoboyo yang digunakan untuk angkotan dalam kota pun terlihat sepi. Kepala UPT Joyoboyo Daryanto mengatakan, selama PSBB angkota beroperasi terbatas. Bahkan, sehari hanya 10 sampai 15 armada yang jalan. ”Penumpangnya juga tidak banyak. Yang agak banyak jurusan Surabaya-Menganti yang didominasi pekerja,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, penghentian sementara operasional armada bus dan angkot itu berdasar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Selain itu, Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP