alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mencuri di Rumah Kos, Dua Pelaku Curanmor Didor

22 Mei 2020, 09: 01: 34 WIB | editor : Wijayanto

KIRI DAN KANAN: Dua tersangka dan Eko Satrio dan Dafit Pranata yang ditembak kakinya.

KIRI DAN KANAN: Dua tersangka dan Eko Satrio dan Dafit Pranata yang ditembak kakinya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Lagi, dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ditembak kakinya oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dua tersangka adalah Dafit Pranata, 20, warga Jalan Ploso II-E, Tambaksari, Surabaya dan Muhammad Eko Satrio, 25, warga Jalan Lebak Timur III, Tambaksari, Surabaya.

Mereka ditangkap di rumah masing-masing setelah mencuri sepeda motor milik Listiawati, 32, warga Jalan Nginden Baru I, Surabaya saat berada di Jalan Kupang Gunung Timur I, Surabaya.

Pengungkapan tersebut bermula ketika Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mendapat laporan pencurian sepeda motor di Jalan Kupang Gunung Timur I, Surabaya. Sepeda motor milik korban yang berada di kos tersebut dicuri.

Dalam penyelidikan diketahui ada tiga pelaku yang beraksi dengan peran sendiri-sendiri. "Kami selidiki di lokasi dan menemukan ciri-ciri seperti tersangka," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra.

Tersangka Dafit ditangkap di rumahnya dan sempat emncoba melarikan diri sehingga ditembak di kaki sebelah kanannya. Sementara tersangka Eko ditembak di kaki sebelah kiri karena melakukan hal yang sama. Keduanya ini diketahui berperan sebagai joki dan bertugas menuntun motor curiannya. "Keduanya ini sebagai pembantu saja. Sementara eksekutornya masih kami kejar," terangnya.

Dari penyidikan, kedua tersangka ternyata residivis kasus yang sama dan baru bebas akhir 2019 lalu. Keduanya mengaku baru beraksi sekali ini dan ditangkap usai bebas dari penjara. Sementara untuk bagian menjual sepeda motor tersebut adalah tersangka Ah yang masih diburu Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. "Mereka mendapat bagian masing-masing Rp 1 juta. Katanya motor dijual seharga Rp 4 juta," terangnya.

Polisi menyita barang bukti surat-surat berharga milik korban mulai KTP, kartu BPJS dan lainnya. Ternyata saat tersangka mengambil sepeda motor korban di dalam joknya ada dompet milik korban berisi surat-surat tersebut. Kemungkinan ada STNK sepeda motor korban juga di dalam dompet tersebut. "Tersangka dengan mudah menjualnya dengan harga tinggi pula. Ini masih kami kejar eksekutornya," ungkapnya. (gun)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP