alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Sehari 502 Kasus, Jatim Cetak Rekor Tertinggi Kenaikan Positif Covid19

22 Mei 2020, 08: 54: 28 WIB | editor : Wijayanto

DETEKSI DINI: Warga menjalani tes swab Covid-19 di Mobile Testing Unit yang ada di Jalan Kedung Baruk, Surabaya.

DETEKSI DINI: Warga menjalani tes swab Covid-19 di Mobile Testing Unit yang ada di Jalan Kedung Baruk, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA  - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur kembali meningkat tajam. Kamis (21/5) pertambahan kasus tercatat terjadi sebanyak 502, meningkat tajam dibandingkan hari Rabu yang bertambah 119 pasien. Kini total pasien positif di Jatim mencapai 2.993 orang.

Hingga Kamis (21/5) pukul 12.00 WIB, menurut juru bicara pemerintah untuk penganan virus corona, Achmad Yurianto, total ada 20.162 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Yurianto mengatakan, per Kamis kemarin tercatat penambahan 973 pasien dalam 24 jam terakhir dari seluruh rumah sakit di Indonesia. Penambahan ini merupakan yang tertinggi sejak diumumkannya kasus Covid-19 pertama kali pada 2 Maret 2020.

Menyedihkan bagi Jatim, pertambahan kasus ini provinsi Jatim menyumbang 502 kasus. "Peningkatan ini luar biasa. Ini yang tertinggi (selama ini). Di Jawa Timur khususnya," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis sore. 

Jumlah kasus ini didapat setelah pemerintah secara total memeriksa 219.975 spesimen. Pemeriksaan dilakukan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler. 

Yuri juga mengatakan, dalam periode yang sama terdapat penambahan 263 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Penambahan ini membuat total pasien Covid-19 sembuh hingga saat ini ada 4.838 orang.

Namun, pemerintah juga menyampaikan kabar duka dengan adanya penambahan 36 pasien yang meninggal dunia setelah mengidap Covid-19. Sehingga total pasien meninggal menjadi 1.278 kasus.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terdata sebanyak 50.187 dan pasien dalam pengawasan (PDP) 11.066. 

Dalam kesempatan itu, Yurianto mengajak masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah agar terhindar dari Covid-19. Anjuran tersebut antara lain rutin mencuci tangan, menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah, dan menghindari kerumunan. 

Yurianto mengatakan, sebagian besar masyarakat patuh terhadap anjuran tersebut namun,  masih ada yang tak menjalankannya.

Untuk itu dia meminta tokoh masyarakat untuk terus mengampanyekan anjuran pemerintah tersebut, yang bisa menjadi kebiasaan baru masyarakat hingga vaksin Covid-19 ditemukan. 

"Kita melihat bahwa sebagian sudah menjalankan (anjuran) ini dengan baik, tetapi masih ada sebagian yang belum menjalankan. Untuk itu kita harus bergotong royong, saling meyakinkan satu sama lain," ujar Yurianto.(mus/pps/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP