alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

121 Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, 5 Orang Meninggal

22 Mei 2020, 11: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

RAWAN TERTULAR: Petugas medis masih menggunakan APD lengkap berswafoto usai melakukan rapid test pada warga di Gubeng Masjid, Surabaya, beberapa waktu lalu.

RAWAN TERTULAR: Petugas medis masih menggunakan APD lengkap berswafoto usai melakukan rapid test pada warga di Gubeng Masjid, Surabaya, beberapa waktu lalu. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menyebut berdasarkan data sejauh ini di Jatim ada sebanyak 121 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak lima orang meninggal dunia.

Sementara itu berdasarkan update data Covid-19, Kamis (21/5),jumlah orang positif di Jatim mencatat rekor nasional sebanyak 502 kasus atau yang terbanyak. Sehingga total orang positif di Jatim menjadi 2.942 orang. 

Dari jumlah penambahan positif sebanyak 502 kasus tersebut yang sudah jelas domisilinya baru 451 orang. “Sedangkan yang 51 orang sudah positif tapi masih kita telusuri domisilinya,” ujar Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/5) malam.

Kohar mengatakan penambahan jumlah positif Covid-19 yang cukup drastis ini berasal dari klaster-klaster yang sudah ada. Menurutnya yang baru adalah klaster rumah sakit. 

“Jadi ada satu rumah sakit ada 20 orang yang terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya tenaga kesehatan yakni 4 orang dokter dan 3 orang spesialis. Yang terpapar ini tidak menolong pasien Covid-19 secara langsung, tapi karena tidak siap dalam pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengatakan dalam beberapa hari terakhir, kabar duka datang dari dua rumah sakit di Surabaya. 

Menurutnya, satu tenaga kesehatan yakni seorang perawat dari Rumah Sakit Royal Surabaya meninggal dunia. Seorang lagi dokter yang bertugas di Rumah Sakit National Hospital Surabaya juga meninggal.

Joni menambahkan berdasarkan data terakhir per 17 Mei, jumlah tenaga kesehatan yang meninggal ada 3 orang. Kemudian ditambah 2 orang tenaga kesehatan lagi yang meninggal dalam dua hari terakhir sehingga menjadi 5 orang. “Kami berharap tidak ada lagi tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena Covid-19,” pungkasnya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP