alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Bolak-balik Terlibat Kasus Hukum, Cinta Pun Luntur

21 Mei 2020, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Biyen aku sik betah, suwe-suwe wegah. Mungkin penggalan lirik Kertonyono Medhot Janji milik Denny Caknan itu bisa mewakili suara hati perempuan yang sering dibuat sakit hati oleh kaum Adam.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Perempuan korban janji manis itu salah satunya adalah Karin, 30. Saking seringnya disakiti Donwori, 35, Karin akhirnya tak tahan lagi. Apalagi sakit hati yang dihujankan Donwori itu moyoritas berhubungan dengan persoalan hukum.

Ya saking seringnya terlibat masalah hukum itu, Karin menggugat cerai Donwori.

Ceritanya,  tahun lalu, Donwori baru keluar dari penjara tersandung kasus pencurian kendaraan bermotor. Ngakunya, Donwori mencuri motor lantaran kepepet. Kepepet butuh duit agar dapur-nya Karin tetap bisa mengepul.

Tapi, bukan itu ternyata persoalannya. Kata Karin, ia dibujuki suaminya itu. Donwori ngakunya kerja di sebuah perusahaan ternama di Kota Pahlawan. Gajinya saben bulan sudah melebihi UMR. Ya antara Rp 5 juta hingga Rp 6 juta.

“Faktane gak ngono. Malah sudah dua kali ini dia (Donwori, Red) tersandung kasus yang sama, nyolong montor. Capek saya ngurusin, mending saya pisah saja. Saya malu punya suami seperti itu,” kata Karin di Pengadilan Agama Klas 1A Surabaya, Senin (18/5) lalu.

Karin dan Donwori sebenarnya sudah punya anak. Tapi, setelah berpikir panjang, Karin  memilih membesarkan anaknya sendirian, tanpa keterlibatan Donwori.  “Duwe bojo tapi gak tanggung jawab, mending urip dewe,” ungkapnya. 

Tahun 2018, Donwori ternyhata juga sudah berurusan dengan hukum. Tapi  hal itu tak diketahui Karin sama sekali. “Suwe gak muleh, alasane pergi ke luar pulau karena ada tugas dari kantor. Ternyata dipenjara,” lidah Karin nyaris kelu ketika menceritakannya.

Namun, untuk kasus yang kedua, Karin tahu dengan mata kepala sendiri. Ketika itu polisi berpakaian preman datang ke rumahnya. “Saya dimintai keterangan (tentang Donwori, Red). Gak nyangka suami saya berbohong. Ternyata sudah bolak-balik melakukan aksi kriminal, dan yang membuat saya heran, dia ini residivis,” ujarnya. 

Kemudian dia menceritakan semua itu kepada orang tuanya. Sikap tegas diambil keluarga besar Karin. Mereka setuju Karin menggugat cerai Donwori. Keluarga besar akan merawat Karin dan anaknya. “Iya sudah itu keputusan saya dan orang tua, akhirnya saya mending cerai saja. Malu punya suami seperti itu,” tandasnya. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP