alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Gresik
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Diduga Makelar Kasus, Legislator Nasdem Nur Hudi Dilaporkan ke BK DPRD

19 Mei 2020, 15: 38: 21 WIB | editor : Wijayanto

HARUS ADIL: Wakil ketua DPRD Gresik Nur Hamim menerima laporan dari keluarga korban.

HARUS ADIL: Wakil ketua DPRD Gresik Nur Hamim menerima laporan dari keluarga korban. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Anggota Fraksi Parta Nasdem, Nur Hudi secara resmi dilaporkan pihak keluarga korban kekerasan seksual berinisial MD, 16 ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik, kemarin (18/5). Keluarga korban pencabulan mendatangi gedung DPRD Gresik dengan ditemani Kuasa hukum Abdullah Syafi'i dan lembaga Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA).

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga melampirkan beberapa berkas. Yang diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim. Termasuk berbagai bukti percakapan NH dengan pihak keluara dalam bentuk Compact Disk (CD).

Nantinya, hal tersebut akan digunakan oleh pihak BK. Sebagai bahan untuk melakukan sidang kode etik kepada NH. "Dalam lampiran tersebut terdapat seluruh bukti keterlibatan NH untuk mempengaruhi proses hukum," jelas kakak korban yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, tawaran dari NH membuat keluarganya sakit hati. Terlebih, pihaknya didesak agar segera menerima ajakan damai. "Kalau tidak mau terima uangnya, terpaksa saya kembalikan," imbuhnya Sontak, hal tersebut membuat keluarga korban merasa dilecehkan. "Saya tidak rela masa depan adik diganti oleh harta. Tidak ada niat membantu secara tulus, karena solusi yang ditawarkan sangat melecehkan kami," keluhnya.

Sementara itu, Abdullah Syafi'i pun menjelaskan kronologi lengkap atas peristiwa yang menimpa gadis 16 tahun itu. Khususnya sejak NH ikut campur dalam kasus tersebut. "Pada 22 April lalu, korban baru mengaku kepada ibunya bahwa dia sedang mengandung anak dari pelaku, saat itu usia kandungan sudah masuk tujuh bulan," jelas Syafi'i.

Seluruh keluarga korban geger. Pada 24 April, pelaku SG pun diminta bertanggungjawab.   "Solusi dari pelaku juga tidak masuk akal. Korban disuruh menggugurkan kandungan dan akan dicarikan lelaki lain," jelasnya.

Mendengar hal itu membuat keluarga geram. Pihak keluarga pun melaporkan perbuatan SG kepada pelaku. Baru, pada 27 April, NH pun mendatangai rumah korban. Menurut Syafii, kedatangan tersebut bukan murni inisiatif dari NH untuk membantu. 

"Sudah pasti sudah berkomunikasi dengan pelaku. Dalam hal ini dia pantas dianggap makelar kasus," tegas Syafii. Pihaknya memiliki bukti rekaman percakapan NH saat berkunjung ke rumah korban.

"Pada menit ke empat. Terdengar jelas nada sedikit memaksa untuk damai. Padahal korban sudah menolak," terang Syafi'i.
Disinggung tentang klarifikasi NH di Kantor Partai Nasdem pada Kamis lalu (14/5). Syafii menegaskan bahwa yang disampaikan NH tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Pembohong yang disampaikan tidak sesuai fakta. Sebagai anggota dewan harusnya paham etika dalam hukum. Kami juga menempuh jalur hukum pidana atas upaya penyuapannya itu," tandas Syafi'i.

Menanggapi hal itu, Wakil DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menuturkan, pihaknya sudah mempelajari laporan yang serupa dari para mahasiswa PMII beberapa waktu lalu. "Sesuai aturan tata tertib dewan, NH akan diproses sesuai kode etik dewan," terangnya.

Surat itu pun juga telah didisposisikan kepada BK DPRD Gresik. Paling lambat awal Juni sudah ada tindak lanjut. mengingat para anggota dewan masih ada kegiatan sosialiasi di masing-masing dapilnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP