alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Menjaga Kebugaran di Gym saat Berpuasa

15 Mei 2020, 01: 41: 09 WIB | editor : Wijayanto

GAYA HIDUP SEHAT: Beberapa gerakan latihan beban dan pembentukan masa otot yang bisa dilakukan di gym, dengan berolahraga kebugaran tubuh juga terjaga.

GAYA HIDUP SEHAT: Beberapa gerakan latihan beban dan pembentukan masa otot yang bisa dilakukan di gym, dengan berolahraga kebugaran tubuh juga terjaga. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Selama berpuasa, banyak orang cenderung malas untuk melakukan kegiatan. Alhasil, tak sedikit yang meninggalkan aktivitas seperti halnya olah raga.

Padahal, olah raga harus tetap dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Bagi yang terbiasa melakukan latihan di tempat kebugaran atau gym, kebiasaan ini dapat terus dilakukan saat menjalani ibadah puasa.

“Latihan di gym tetap dapat dilakukan meskipun berpuasa. Tapi, dengan intensitas yang lebih rendah,” kata Fitness District Manager salah satu tempat gym di Surabaya Barat Achmad Syamsul Farih.

Dari segi gerakannya sama dengan yang dilakukan sebelum berpuasa. Biasanya dilakukan selama 60 menit, termasuk pemanasan sebelum melakukan latihan. “Puasa dan tidak puasa yang membedakan hanya intensitas. Olahraga harus tetap dilakukan selama puasa agar kebugaran tetap terjaga,” jelasnya.

Ada berbagai latihan yang bisa dipilih, di antaranya adalah melakukan gerakan yang manfaatnya merata dari atas sampai bawah. Seperti pemanasan, dengan sepeda statis, treadmill, dan sebagainya.

Berbeda dengan di rumah, olahraga di gym bisa meningkatkan masa otot dengan penambahan beban. “Kalau di rumah, olahraganya tanpa beban, biasanya untuk conditioning seperti pengencangan saja,” ujarnya.

Salah satu latihan yang bisa dipilih yakni squat machine. Seperti squat pada umumnya, latihan yang satu ini berfokus pada tubuh bagian bawah. Latihan ini diawali dengan berdiri dengan dua kaki selebar bahu, kemudian angkat beban dan mulai jongkok perlahan. Lalu kembali ke posisi semula.

“Latihan ini bermanfaat untuk tubuh bagian bawah, seperti paha depan, belakang, dan lain sebagainya. Olahraganya seperti squat biasa, hanya saja ditambah beban. Memang lebih fokus untuk tubuh bagian lower,” paparnya.

Pada latihan kedua yakni menggunakan teknik chest press yang dilakukan dengan cara mendorong dan menekan. Gerakan ini dilakukan dengan cara tangan mendorong beban ke depan dan kembali ke posisi awal. “Kalau gerakan ini berguna untuk otot bagian bahu, dada, dan sebagainya,” imbuhnya.

Selain dua gerakan tadi, ia juga merekomendasikan pull down. Latihan ini

bermanfaat untuk tubuh bagian atas, seperti otot belakang atau otot punggung. Untuk melakukan latihan-latihan ini, dia mengatakan, harus memperhatikan postur tubuh. “Punggung harus natural spine, kalau tidak nantinya akan berisiko cidera punggung atau yang lain,” tandasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP