alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Suami Bunuh Istri di Pepelegi Waru

Membunuh Karena Sakit Hati, Tusuk Korban 4 Kali di Leher dan Perut

13 Mei 2020, 10: 59: 12 WIB | editor : Wijayanto

BARANG BUKTI: Kapolsek Waru, Kompol Anwar Sudjito bersama Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro dan Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, Ipda Novi Tri menunjukkan barang bukti dan tersangka pembunuh istri.

BARANG BUKTI: Kapolsek Waru, Kompol Anwar Sudjito bersama Kanit Reskrim Polsek Waru, Iptu Untoro dan Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, Ipda Novi Tri menunjukkan barang bukti dan tersangka pembunuh istri. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pelaku pembunuh istri di kamar kosnya di Jalan Jatisari Besar, Gang Langgar, RT 04/RW 05, Kelurahan Pepelegi, Waru, Liong Kong Yong, 48, warga Sememi Jaya Selatan 2/11, RT.08, RW.01 Kelurahan Sememi, Benowo, Kota Surabaya akhirnya buka suara. Pelaku mengaku nekat membunuh sang istri lantaran sakit hati.

Tersangka mengatakan marah lantaran korban meminta motor yang hendak diberikan kepada anak kandung korban alias anak tiri pelaku. Korban ternyata istri siri yang sudah 12 tahun dinikahi oleh pelaku.  "Ya, saya khilaf waktu itu, saya menyesal," kata tersangka di Mapolsek Waru.

Tragedi berdarah yang merenggut nyawa korban ini bermula saat korban menolak dibangunkan oleh pelaku untuk makan sahur, Kamis (7/5) sekitar pukul 01.00.

Tersangka yang sudah menahan emosi sejak lama akhirnya mengambil pisau dan menusukkannya kepada korban sebanyak empat kali. Yaitu di bagian leher kanan sebanyak satu kali saat korban tidur terlentang. Waktu pisau ditusukkan ke leher korban, lalu dicabut dan direbut korban menggunakan tangan kiri.

Pisau kemudian ditarik pelaku dan meminta korban untuk melepaskannya. Akibatnya, tangan kiri korban tergores pisau. Lalu tersangka kembali menusukkannya ke perut kiri bawah.

Korban sempat melakukan perlawanan dengan menendang pelaku hingga pelaku terjatuh di dekat galon. "Saat itu posisi korban sudah bangun dan terlentang," kata Kapolsek Waru, Kompol Anwar Sudjito.

Pada saat pelaku menusuk istrinya, korban mendang-nendang pelaku. Saat berontak itu, pelaku juga mencabut pisau yang ditusuk ke perut korban. Selanjunya menusukkannya kembali ke perut kiri bagian atas.

Saat pisau menancap, korban kembali berontak dengan memukul pelaku dan mengenai wajah kiri pelaku. "Kemudian pelaku menusuk ke dada sebelah kiri korban tepat di bagian bawah payudara," terangnya.

Pelaku mengaku jika istrinya selalu meminta motor yang hendak diberikan kepada anak kandung korban alias anak tiri pelaku. Pelaku juga mengaku jika korban merupakan istri sirinya yang sudah 12 tahun dinikahi. “Pelaku berhasil kami tangkap di sekitar kos tempat kejadian perkara," pungkasnya. (far/rud)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP