alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pasien Covid-19 Meningkat, Pemkot Gratiskan Rapid dan Swab Test

10 Mei 2020, 10: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

GRATIS: Tes swab untuk mendeteksi penderita covid 19 seperti ini akan dilakukan Pemkot Surabaya untuk warga secara sukarela.

GRATIS: Tes swab untuk mendeteksi penderita covid 19 seperti ini akan dilakukan Pemkot Surabaya untuk warga secara sukarela. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pandemi Covid-19 di Kota Surabaya sudah berlangsung hampir tiga bulan lamanya. Hingga Minggu (10/5) dalam peta sebaran Covid-19 di Kota Surabaya jumlah ODP dipantau 741 orang; PDP dalam pengawasan 936 orang; Konfirmasi dalam perawatan 487 orang; Konfirmasi sembuh 100 orang; dan Konfirmasi meninggal dunia 80 orang. Artinya hampir setiap hari pasien Covid-19 bertambah hingga ada yang meninggal dunia.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser mengatakan hingga saat ini ada 592 terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga tak tinggal diam untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya, dengan melakukan rapid test dan swab secara masif

“Hingga saat ini pemerintah kota sudah melakukan rapid test kepada 4.250 orang, hasilnya ada 356 orang yang reaktif dan kita usulkan untuk melakukan tes swab lanjutan,” katanya.

Fikser mengungkapkan mulai bulan Maret hingga 8 Mei Pemkot sudah melakukan tes swab kepada 1.083 orang. Bulan Maret-April, pemkot melakukan tes swab sebanyak 230 orang, hasilnya 61 positif dan 169 negatif. 

Kemudian pada 1-8 Mei 2020, pemkot terus melakukan tes swab sebanyak 853 orang, hasilnya ada 48 positif dan sisanya sebanyak 805 masih menunggu hasilnya. 

“Artinya, ke depan bisa saja terjadi peningkatan dari hasil terkonfirmasi, karena hasil swab yang sampai saat ini belum keluar sebanyak 805 orang,” ungkapnya.

Fikser memastikan bahwa rapid test dan tes swab yang dilakukan Pemkot Surabaya itu gratis alias tanpa biaya sepeserpun. Sebab, tes itu dibiayai langsung dari APBD. 

“Jadi, tes swab sebanyak 1.083 ini gratis semuanya, karena seluruhnya dibiayai oleh Pemkot Surabaya. Padahal biaya tes swab itu Rp 1.560.000 sekali tes. Nah, biaya ini menggunakan APBD karena untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19,” tegasnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi membeludaknya kamar rumah sakit untuk pasien Covid-19 di Surabaya, Pemkot melakukan penambahan kamar di rumah sakit. 

Khusus untuk Rumah Sakit Soewandhie, dari 22 kamar nanti akan ditambah sekitar 36 kamar, sehingga total ada 58 kamar. Kemudian di Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) dari 12 kamar akan ditambahkan 52 kamar, sehingga total akan ada 64 kamar. 

“Selain itu, ada pula penambahan kapasitas kamar sekitar 40 dengan rumah sakit yang swasta yang itu bekerjasama dengan pemerintah kota. Untuk itu, pemkot menyiapkan 120 tempat tidur untuk memenuhi kebutuhan kamar-kamar yang ada di rumah sakit itu, sehingga ketika ada pasien, mereka bisa masuk karena tercukupi fasilitas kesehatannya di sana,” terangnya.

Selain itu Pemkot Surabaya juga menyediakan 265 kamar hotel untuk dijadikan tempat isolasi diri. Kamar hotel ini diisi oleh warga migran yang baru pulang dari luar negeri atau luar daerah. 

“Kamar ini juga untuk warga yang negative, tapi keluarganya ada yang positif. Jadi, untuk memisahkan dari keluarganya, kami pindahkan ke hotel dulu, supaya tidak tertular juga,” ungkapnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP