alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Pola Penyebaran Covid 19 Masih Tinggi

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Dua Minggu Lagi

10 Mei 2020, 07: 16: 31 WIB | editor : Wijayanto

BELUM MAKSIMAL: Razia petugas gabungan yang rutin dilakukan selama PSBB tahap pertama.

BELUM MAKSIMAL: Razia petugas gabungan yang rutin dilakukan selama PSBB tahap pertama. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memutuskan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) untuk wilayah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo diperpanjang untuk tahap kedua selama dua pekan atau 14 hari lagi. PSBB tahap kedua ini akan dimulai pada 12 Mei hingga 25 Mei mendatang. Atau, setelah PSBB tahap pertama berakhir pada 11 Mei.

Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan dengan tiga kepala daerah terdampak yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin. Keputusan perpanjangan PSBB ini diteken di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5).

"Berdasarkan evaluasi PSBB tahap pertama juga hasil telaah pakar epidemiologi maka kami bersepakat dan kami setujui akan ada perpanjangan PSBB di Surabaya Raya," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Khofifah, berdasarkan telaah dari para pakar epidemiologi tentang penyebaran covid-19, sebanyak 70 persen orang terinfeksi dan proses infeksinya bisa tetap bergerak di atas 14 hari. Karena itu, 14 hari PSBB yang telah dilakukan di Surabaya Raya dinilai belum cukup untuk menjamin terhentinya penyebaran covid-19.

Keputusan untuk memperpanjang masa PSBB juga diambil setelah melihat hasil kajian epidemiologi yang menunjukkan pola penyebaran covid-19 masih tinggi, terutama untuk Kota Surabaya.

“Hanya 30 persen orang positif covid-19 yang masa penularannya hanya 14 hari, kemudian 35 persen lainnya bisa menularkan hingga 21 hari. Dan sebanyak 15 persen orang yang terinfeksi masa penularannya mencapai 28 hari hingga 30 hari,” tuturnya.

Selain itu, alasan perpanjangan PSBB Surabaya Raya belum tercapainya beberapa indikator keberhasilan sesuai Permenkes No 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB. "Seperti penurunan jumlah kasus konfirmasi covid-19, penurunan angka kematian kasus covid-19, dan adanya penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, pelaksanaan PSBB Gresik dan Sidoarjo dinilai berhasil karena terjadi penurunan tren persebaran penularan. Sedangkan untuk Kota Surabaya masih perlu kerja keras karena masih terus mengalami peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP