alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Komplotan Begal Perampas Motor Pelajar di Jalan KH Ali Masud Dibekuk

09 Mei 2020, 01: 48: 23 WIB | editor : Wijayanto

BERHASIL DIBEKUK: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji saat menunjukkan para pelaku begal yang berhasil diamankan di Mapolresta Sidoarjo.

BERHASIL DIBEKUK: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji saat menunjukkan para pelaku begal yang berhasil diamankan di Mapolresta Sidoarjo. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo akhirnya berhasil mengungkap kasus pembegalan motor yang terjadi di kawasan Jalan Raya KH. Ali Mas'ud, Rabu (15/4) yang lalu. Korbannya dua siswa masing-masing AF, 19 dan CP, 19, keduanya warga Dusun Sono, Desa Sidokerto Kecamatan Buduran. 

Dari delapan pelaku, polisi berhasil mengamankan tujuh pelaku dan dua penadah. Mereka yakni RM, 18, warga Dusun Mongmong Desa Galgga, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. GF, 23, warga Jalan Lokomotif Kelurahan Gedangan Kecamatan Gedangan, ZA, 24, warga Dusun Kaliboto Desa Tarokan Kabupaten Kediri.

Serta AF, 18, warga Dusun Congkop Desa Keboansikep Kecamatan Gedangan, dan AJ, 18, warga Sruni Baru Desa Sruni Kecamatan Gedangan.  Serta DG, 22, dan RJ, 17, masing-masing warga Desa Keboansikep Kecamatan Gedangan. Sementara pelaku pelaku lainnya IW, masih dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Sedangkan dua pelaku yang berprofesi sebagai penadah, yaitu JP, 25, warga Simo Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya, dan CA, 49, warga Simo Gunung Kramat Timur Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Kota Surabaya.   

Peristiwa bermula saat AF dan CP sedang mengendarai motor Beat dengan bopol W 4868 berwarna merah dan melintas di Jalan Raya KH. Ali Mas'ud sebelum Museum Mpu Tantular. Saat itu korban bersama temannya berhenti sejenak untuk buang air kecil. 

Tiba-tiba datang delapan pelaku melewati korban dengan mengendarai empat motor matic. "Saat itu korban Arif Fauzan sedang berada di atas motor dan Candra Pratama sedang berada di belakang. Tiba-tiba saat melewati korban, empat kendaraan itu putar balik," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Sumardji.

Keempat kendaraan putar balik setelah melewati korban sekitar lima meter dan langsung menghampiri kedua korban. Para pelaku itu kemudian secara bersama-sama mengeroyok kedua korban. Mengetahui hal itu, korban AF berusaha berlari menyelamatkan diri dan mencari bantuan. 

Sementara korban CP masih berada di lokasi lantaran masih dikeroyok oleh kedelapan pelaku. Setelah itu, salah satu pelaku mulai mengambil motor milik korban, dan langsung meninggalkan korban yang saat itu masih berada di pinggir jalan. 

"Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka-luka pada bagian wajah," terang perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya ini.  

Akibat perampasan motor ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta. Usai kejadian tersebut korban melaporkan ke polisi. Berbekal ciri-ciri pelaku dan hasil penyelidikan di lokasi, polisi akhirnya menemui titik terang dan berhasil mengungkap komplotan begal motor tersebut. 

Selain para pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti, berupa satu motor milik korban lengkap dengan STNK dan kunci motor. Empat motor yang dikendarai oleh para pelaku.   

"Kedelapan tersangka dikenai perkara 365 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun penjara," paparnya. 

Sedangkan untuk penadahnya, bakal dikenai pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (far/rud)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP