alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Dihadang di Jalan Sepi, Empat Begal Rampas Motor Pelajar

08 Mei 2020, 01: 00: 40 WIB | editor : Wijayanto

TKP: Sejumlah petugas dari Polsek Sukodono saat meninjau lokasi pembegalan bersama kedua korban.

TKP: Sejumlah petugas dari Polsek Sukodono saat meninjau lokasi pembegalan bersama kedua korban. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Aksi pembegalan kembali erjadi di saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilaksanakan. Kali ini korbannya dua bocah yang masih duduk pelajar di Desa Jumputrejo, Sukodono. 

Dua korban siswa SMP itu masing-masing RH, 15, warga Dusun Paciro RT 10 RW 03, dan MBP, 15, warga Dusun Kedung RT 20 RW 06 Desa Jumputrejo Kecamatan Sukodono. Peristiwa bermula saat korban sedang pulang sehabis nongkrong di salah satu warkop, Rabu (6/5) sekitar pukul 20.30. 

Saat itu, kedua korban berboncengan dengan membawa motor Mio merah bernopol L 6742B K milik Septiana Alga Permadi, yang tak lain teman korban.

Namun saat melintas di tuang Desa Jumput Rejo, samping lintasan tol Sidoarjo, korban di pepet oleh empat orang tak dikenal yang saat itu mengendarai dua motor matic. 

"Saat itu lokasi sepi dan minim penerangan," kata salah satu korban, MBP kepada Radar Sidoarjo. 

Pera pelaku kemudian meminta kedua korban untuk turun dari motor yang dikendarainya. Salah satu korban, RH sempat dicekik dari belakang oleh salah satu pelaku. Ia juga diberi bogem mentah oleh pelaku yang mengarah kedua matanya. 

Akibatnya, kedua mata korban lebam. "Hidung saya juga sempat keluar darah," ujarnya. 

Korban tak bisa berbuat apa-apa. Sementara MBP sempat mengalami perampasan HP. MBP menuturkan, HP yang dipagangnya sempat dirampas salah satu pelaku. Namun ketika itu, korban sempat menyikut pelaku di bagian leher.

"Habis itu HP saya langsung saya ambil kembali, saya lari ke arah parit yang berada di pinggir TOL," ujarnya. 

Akibatnya, kedua kaki WBP mengalami lecet karena terkena rumput berduri. Kedua korban mengatakan jika pelaku diduga sempat berada dan duduk di warkop yang sama. Menurutnya pelaku diduga membuntuti sejak dari warkop. 

"Saya enggak menduga kalau dibelakang saya itu adalah begal, karena sejak di warkop, selalu melihat ke arah saya," ucapnya. 

Akibat peristiwa itu, motor yang dibawa korban dibawa kabur pelaku. Apesnya, STNK motor berada di dalam jok motor.

Sementara itu, Kapolsek Sukodono Iptu Warji’in Krise menuturkan, pihaknya sudah melakukan proses pengecekan terhadap kasus tersebut. Kemarin, penelusuran ke tempat kejadian perkara juga sudah digelar. "Kami masih proses penyelidikan, tunggu saja," ujarnya. (far/rud)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP