alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Residivis Curat Dibekuk Polisi karena Jambret HP Pelajar di Prambon

06 Mei 2020, 14: 10: 55 WIB | editor : Wijayanto

Tersangka Penjambretan HP, Didik.

Tersangka Penjambretan HP, Didik. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO-Seolah tak pernah kapok mendekam di balik jeruji besi, residivis kasus curat, Didik, 37, warga Desa Kambingan Timur, RT 01/RW 06, Kelurahan Kambingrejo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan kembali dibekuk polisi.

Kali ini tersangka dibekuk oleh Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo terkait kasus penjambretan handphone milik Siska Putri Pitaloka, 17, warga Desa Jatikalang, RT 01/RW 01, Kecamatan Prambon, Sidoarjo.

Kejadian bermula saat korban melintas di tuang Desa Wonoplitahan, Prambon. Saat itu tersangka yang tengah mengendarai motor Vixion lengkap dengan helm merk INK langsung merampas HP milik korban.

Tersangka lebih dulu memepet motor korban dan merampas HP-nya. Akibat kejadian ini, gadis remaja itu langsung melapor ke Mapolsek Prambon dan dilakukan penyelidikan. "Kasusya diback up Unit Lidum Satreskrim Polresta Sidoarjo," kata Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, Ipda Novi Tri.

Dari hasil rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP, polisi akhirnya dapat mengidentifikasi motor yang dikendarai pelaku. Identitas pelaku akhirnya terungkap setelah beberapa hari dilakukan penyelidikan. "Tersangka sudah pernah dihukum terkait kasus curat di wilayah hukum Polsek Sukodono pada tahun lalu," katanya.

Penangkapan tersangka berawal saat Unit Pidum Polresta Sidoarjo menggelar giat penggal jalan. Petugas mendapat informasi jika pelaku sedang melintas di daerah Mojokerto. Tak butuh waktu lama, pelaku ditangkap tanpa perlawanan. "Pelaku berhasil dibekuk di pinggir jalan kawasan Pasuruan-Mojokerto," ujarnya.

Berdasarkan interogasi yang dilakukan, pelaku mengakui perbuatannya. Didik mengaku jika HP korban telah dijual kepada temannya yang bernama Edi Nursalim, warga Kejapanan, Gempol, Pasuruan. Tersangka akhirnya dibawa ke rumah Edi Nursalim.

Sayangnya, Edi tak berada di rumah. Dari informasi keluarga, Edi Nursalim sedang bekerja di salah satu perusahaan di Gempol. Petugas kepolisian pun langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. "Lagi-lagi HP sudah dijual oleh Edi ke salah satu temannya," ujarnya.

HP tersebut ternyata di jual ke seorang pria bernama Imron Rosadi yang tak lain adalah tetangga Edi Nursalim. Namun barang bukti tersebut sudah tak ada di tangan Imron. "Sudah diberikan ke istrinya," ujarnya. Akibat peristiwa itu, tersangka akan dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (far/jay)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP