alexametrics
Rabu, 27 May 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Penarikan Rokok Sampoerna, Sekdaprov Koordinasi dengan Disperindag

03 Mei 2020, 17: 09: 15 WIB | editor : Wijayanto

SEBELUM PANDEMI: Buruh linting rokok di pabrik Sampoerna.

SEBELUM PANDEMI: Buruh linting rokok di pabrik Sampoerna. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan kebijakan penarikan produk rokok buatan PT HM Sampoerna akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim. Temasuk menelusuri pendistribusian produk serta jumlah produk yang telah beredar.

Diketahui beredar kabar jika produk-produk rokok buatan PT HM Sampoerna akan ditarik setelah pabrik tersebut ditetapkan sebagai kluster baru penyebaran Covid-19. Meski demikian pihak Sampoerna telah merilis akan mengkarantina produk mereka dalam waktu lima hari sebelum dilempar ke pasaran.

“Kita akan koordinasikan dengan Disperindag. Nanti akan kita cek dulu berapa jumlah produk yang beredar masih kita koordinasikan, menyangkut jumlah produk yang beredar dan ke mana saja produk ini beredar,” ujar Heru, Minggu (3/5).

Sementara itu Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim  Joni Wahyuhadi menjelaskan jika daya tahan virus di media kertas atau paper tissue seperti bungkus rokok berkisar 3 jam.  

Bahkan para ilmuwan terus mengembangkan penelitian mengenai makhluk baru bernama SARS Cov-2 atau Covid-19 ini. “Semua para ahli mengatakan ini makhluk baru. Walaupun ada nenek moyangnya tapi ini baru,” jelasnya.

Joni menjelaskan, karena virus ini adalah mahluk baru maka dia juga punya karakteristik baru yang berbeda dengan virus lainnya. Itu sebabnya, para pakar terus melakukan penelitian, terlebih lagi didorong oleh sifat manusia yang selalu ingin tahu terus menerus. 

“Penelitian-penelitian itu disertai dengan percobaan-percobaan dan dalam dunia sains percobaan itu harus mengikuti kaidah ilmiah,” tandasnya.

Lebih lanjut Joni mengatakan bahwa perilaku virus itu secara prinsip hanya hidup di benda hidup. Sehingga ketika virus berada pada benda mati maka akan mati. 

“Jadi, kalau baca di banyak media virus ada yang tahan di baju sekaian lama, di kulit sekian, semua itu berdasarkan percobaan mereka atau asumsi mereka. Saya juga belum pernah melihat ada multy center study itu, karena ini barang baru maka pasti perilakuannya baru,” jelasnya.

Berdasarkan penelitian, Covid-19 bisa bertahan hidup di atas benda mati dalam waktu terbatas. Joni mengatakan kalau di paper, virus ini bisa bertahan  tiga jam. Kemudian pada uang kertas bertahan selama empat hari. Sementara pada karton 24 jam, baju 2 hari, stainless steel 2-3 hari, dan gelas 4 hari. 

“Kami mengimbau jika ada pasien melakukan isolasi mandiri, gelasnya harus sendiri dan harus dicuci dengan sabun sehingga Covid-19 bisa hilang. Kami mengingatkan penelitian tersebut tidak 100 persen benar,” ungkapnya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP