alexametrics
Selasa, 26 May 2020
radarsurabaya
Home > Sportainment Surabaya
icon featured
Sportainment Surabaya
Aji Santoso Memaknai Ulang Tahun PSSI

Stake Holder Sepakbola Harus Satu Visi dan Misi

20 April 2020, 00: 33: 44 WIB | editor : Wijayanto

Pelatih Persebaya Aji Santoso

Pelatih Persebaya Aji Santoso (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) memasuki usia ke-90 pada Minggu (19/4). PSSI sendiri didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepak bola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda).

Ia pun melihat sepak bola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda di kala itu. Menanggapi usia PSSI yang mendekati satu abad, pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, berharap semua pihak bisa satu visi dan misi dalam memajukan sepak bola Indonesia.

Selama sembilan dekade, induk sepak bola Indonesia itu telah mengalami banyak pasang surut. “Sudah 90 tahun PSSI berdiri, sudah penuh dengan pengalaman. Kiranya ke depan harus jauh lebih bagus, baik itu organisasi, manajemen dan tentunya prestasi sepak bola itu sendiri,” kata Aji Santoso.

“Sudah saatnya sepak bola Indonesia melangkah jauh lebih berprestasi. Suatu negara akan dibilang maju sepak bolanya, kalau Timnas berprestasi, tetapi prestasi Timnas indonesia bisa maju karena salah satunya ditopang oleh kualitas pemain yang bisa tumbuh berkualitas kalau kompetisinya juga berkualitas.”

“Untuk itu sebelum bicara Timnas yang prestasi, kita harus menciptakan satu kompetisi yang bersih dan berkualitas. Semua harus satu visi dan misi untuk memajukan sepak bola indonesia. Semoga sepak bola kita semakin jaya,” ucap Aji.

Yang paling penting dalam perkembangan sepakbola di Indonesia, selain PSSI, pengurus, dan pemain, para pelatih juga harus bergerak untuk memperbaiki diri meningkatkan ilmu kepelatihan dan sport science. Karena jujur saja salah satu yang membuat sepakbola Indonesia tidak berkembang karena jumlah pelatih yang berkualitas di Indonesia  yang memang sangat minim.

Ini bisa dilihat dari sepanjang perjalanan kompetisi Liga Indonesia, siapa saja pelatih lokal yang mampu membawa klubnya menjadi juara. (pps/rak)

(sb/rak/jay/JPR)

 TOP