alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Begini Layanan Pengurusan Jenazah Covid-19 di RSKI

Mandikan, Salati dan Kremasi/Makamkan Jenazah

18 April 2020, 21: 43: 23 WIB | editor : Wijayanto

PAKAI APD LENGKAP: Proses pemakaman korban Covid19 di TPU Keputih, Surabaya.

PAKAI APD LENGKAP: Proses pemakaman korban Covid19 di TPU Keputih, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair yang saat ini dikembangkan menjadi pusat rujukan pasien Covid-19 di Jawa Timur tidak hanya menyediakan banyak ruangan Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit (HCU). RSKI juga melayani pengurusan dan pemulasaraan jenazah Covid-19. Mulai dari memandikan, mensalatkan, mengkremasi hingga mengantarkan ke pemakaman bisa dilayani oleh rumah sakit yang dikembangkan oleh RS Universitas Airlangga (RSUA) ini.

Pengadaan layanan ini karena alasan kemanusiaan. Yakni, jenazah juga patut diperlakukan dengan baik. Layanan pengurusan jenazah ini juga dibuka bagi rumah sakit lain yang ingin diurus di RSKI.

Direktur Utama RS Airlangga, Prof Nasronuddin menjelaskan, dalam layanan ini, keluarga yang ingin ikut serta menyalatkan jenazah tidak dilarang asalkan tetap dibatasi kuotanya dan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. "Kita beri kesempatan untuk keluarganya (ikut mensalati). Tapi tetap kami berikan proteksi dengan APD lengkap," terangnya.  

Baca juga: Peduli Kesehatan Rakyat, Mas Kelana Gelar Penyemprotan Disinfektan

Proses pengurusan jenazah ini dilakukan di ruang jenazah khusus yang berada di lantai satu RSKI. Ruang jenazah ini telah terstandar. Sehingga petugas yang masuk dan keluar dipastikan steril dengan adanya bilik permanen untuk mensterilkan tubuh. "Pintu tidak terbuka kalau kita belum disteril. Ini termasuk canggih dan belum ada di tempat lain," tambahnya.

Kepala Ruang Jenazah RSKI dr. Nily Sulistyorini, SpF menyebut, proses pengurusan jenazah covid-19 di RSKI dipastikan sangat aman. Jenazah muslim bahkan bisa dimandikan atau ditayamumkan. Sedangkan bagi  jenazah non muslim, juga bisa dikremasikan sesuai tata laksana keamanan dari penularan Covid-19.

dr. Nily menyampaikan, proses pembungkusan jenazah juga sangat teliti. Prosedurnya, sebelum dilakukan proses pengurusan jenazah, segala lubang mulai dari pernafasan, infus mata hidung dan sebagainya harus ditutup. Sehingga cairan tubuh yang mengandung Covid-19 tidak  keluar. Kemudian jenazah disinfekti dengann cairan disinfektan.

Untuk proses memandikan atau tayamum, dilakukan setelah jenazah dibungkus kafan dan dilapisi oleh dua plastik. Sehingga tersegel dengan aman. Baru kemudian dimasukkan ke kantong jenazah dan diletakkan ke dalam peti khusus untuk memproteksi agar cairan atau jenazah yang membusuk tidak merembes keluar peti. Lalu kemudian disegel dan dipaku untuk menghindari jenazah dibuka. "Setiap tahapan proses ini selalu kami semprot dengan disinfektan supaya aman," lanjutnya.

Pengurusan jenazah ini dilakukan tidak boleh lebih dari 4 jam setelah jenazah dinyatakan meninggal. Sebab semakin lama diurus, risiko penularan ke petugas juga besar. "Semua prosedur ini sesuai anjuran WHO," terangnya.

RSKI ini  juga menerima jasa mengantar jenazah hingga pemakaman dan memastikan jenazah bisa terkubur tanpa penolakan. Karena itu proses pemakaman ini dikawal petugas keamanan sehingga jangan sampai jenazah dibuka kembali oleh keluarga.

Untuk pemakaman jenazah khusus Covid-19 di Surabaya dilakukan di TPU Keputih dan TPU Babat Jerawat yang lokasinya jauh dari pemukiman. Sebab jenazah yang infeksius harus jauh dari pemukiman. Karena jika proses penyegelan tidak benar, cairan tubuh jenazah bisa saja merembes keluar.

Bahayanya jika mengenai saluran air akan mencemari dan menimbulkan penularan. Pemilihan lokasi ini merupakan kerja sama antar instansi di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Yakni Dinas Pertamanan, Dinas Pemukiman dan Dinas Sosial. "Virus corona akan tetap hidup beberapa saat meskipun pada orang meninggal. Untuk itu, pemilihan lokasi pemakaman perlu diperhatikan," tambahnya.  (ism/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP