alexametrics
Jumat, 05 Jun 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Salat Jumat di Masjid Kriteria Khusus Dihentikan Sementara

07 April 2020, 18: 03: 47 WIB | editor : Agung Nugroho

DISKUSI: Rapat koordinasi Frokopimda bersama organisasi lintas agama di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (7/4).

DISKUSI: Rapat koordinasi Frokopimda bersama organisasi lintas agama di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (7/4). (RIZKY PUTRI PRATIMI / RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO–Pemkab Sidoarjo, Selasa (7/4) mengumpulkan organisasi keagamaan di Sidoarjo untuk membahas pelaksanaan ibadah. Dari hasil koordinasi tersebut keluar kesepakatan menghentikan penyebaran virus corona. Salah satunya tentang pelaksanaan salat jumat dihentikan terhadap beberapa masjid  dengan kriteria khusus. 

Di antaranya lokasi masjid berada di tepi jalan raya yang jamaahnya heterogen atau bukan murni warga setempat. Masjid di wilayah yang ditemukan orang yang terkonfirmasi positif virus corona dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dilakukan setelah berkoordinasi dengan takmir atau pengurus masjid dan tokoh agama setempat. 

Ketua gugus tugas covid-19 Sidoarjo sekaligus Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menjelaskan masjid yang punya potensi jamaah sangat besar, banyak dari pendatang dan masyarakat dari luar maka jamaahnya tidak terdeteksi sehingga disarankan untuk tidak ada jumatan sementara. 

Bagi masjid yang ada di kampung atau desa yang jamaahnya dari sekitar lingkungan tersebut dan terdeteksi maka silahkan melaksanakan jumatan dengan SOP kesehatan. Selain itu masjid yang berlokasi di zona hijau atau wilayah yang tidak ditemukan orang positif terpapar positif dan PDP covid-19.

Bagaimana dengan salat rawatib? Tetap dilaksankan dengan memperhatikan SOP atau protocol kesehatan. Seperti melakukan penyemprotan disinfektan dan menyediakan tempat cuci tangan dengan air dan sabun serta melaksanakan informasi dan edukasi kepada masyarakat. 

“Masing-masing lembaga sudah memberi masukan. Dan keputusannya memang demikian. Tentu kita semua harus menghormati keputusannya,” ujar Moh Kirom, Ketua FKUB Sidoarjo usai pertemuan.

Ditandaskannya, secara prinsip Jumatan di Sidoarjo tetap jalan. Utamanya untuk masjid di kampung-kampung yang tidak berpotensi menjadi tempat penyebaran.

Mengenai Salat Tarawih dan beberapa kegiatan lain di Masjid menjelang Ramadan dan Idul Fitri belum dibahas. “Belum untuk Tarawih belum dibahas. Mungkin dalam waktu dekat bakal ada pembahasan lagi,” lanjut Kirom.(rpp/nis)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP